JOGJA - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ternyata masih menyisakan catatan bagi kesejahteraan anak-anak di Kota Jogja. Ratusan balita tercatat masih mengalami masalah gizi kronis tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Jogja Aan Iswanti mengungkapkan, hingga pertengahan tahun prevalensi stunting menyentuh angka 8,27 persen. Atau sekitar 764 dari 9.235 balita.
Aan menyatakan, secara nasional prevalensi stunting sudah sangat jauh dari batas maksimal nasional 14 persen. Meski demikian, pemkot tetap mematok target regional lima persen. Salah satu yang menjadi atensi penanganan di Kemantren Kotagede karena prevalensi stunting di wilayah tersebut 10, 81 persen.
Menurutnya, penyebab utama stunting pada biasanya dikarenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang terjadi dalam jangka waktu lama. Khususnya pada seribu hari pertama kehidupan sejak anak dalam kandungan hingga berusia dua tahun.
Selain dua faktor tersebut, stunting juga disebabkan karena sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk. Kurangnya pengetahuan dalam pola asuh, serta faktor sosial ekonomi keluarga.
“Dari beberapa faktor penyebab tersebut, tidak bisa dipastikan untuk Kota Jogja penyebab paling banyak yang mana,” ujar Aan di Balai Kota, Kamis (23/7/2026).
Penanganan stunting di Kota Jogja dilakukan dengan program pemberian makan tambahan (PMT). Untuk tahun ini anggaran yang disiapkan mencapai Rp 7,63 miliar, dengan rincian Rp 5,4 miliar bersumber dari dana keistimewaan dan Rp 2,63 miliar dari bantuan operasional kesehatan.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa peringatan HAN menjadi momen untuk menegaskan pentingnya kualitas tumbuh kembang dan kesejahteraan terhadap anak. Melalui momen tersebut pemkot akan fokus dalam pencegahan stunting dan meningkatkan indikator human capital index.
Hasto menilai, dua hal tersebut memiliki kaitan untuk menjadikan anak-anak menjadi sumber daya manusia berdaya saing tinggi di masa depan.
Supaya mampu mandiri dan mendongkrak perekonomian nasional.
“Kalau tadi anaknya sudah sehat, kemudian berkualitas, jangan sampai dia tidak mampu menopang ekonomi keluarga ke depan,” tegasnya. (inu)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja