JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY mematangkan persiapan tiga debater terbaik yang akan mewakili DIY dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Tingkat Nasional 2026.
Berbekal tradisi prestasi sebagai juara nasional, kontingen DIY memasang target merebut kembali gelar juara pertama.
Ada tiga orang siswa SMA dan MA yang maju ke ajang LDBI tersebut. Ketiganya adalah Clarissa Elvaretta Maulana dari SMA Negeri 1 Bantul, Thomas Jagaddhita Atmono asal SMA Negeri 8 Yogyakarta, dan Pramudia Nur Lathief, siswa SMA Negeri 1 Bantul.
Baca Juga: Sultan HB X Jadi Korban Scam Rekayasa AI, Diskominfo DIY Pastikan Video 100 Persen Palsu
“Mereka terpilih setelah melalui seleksi ketat yang diikuti 179 debater terbaik dari SMA dan MA se-DIY,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Tukiman di sela pengumuman hasil seleksi LDBI di aula Sasana Krida Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY kemarin (22/7).
Menurut Tukiman, kontingen DIY selalu menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di tingkat nasional. Ketiga peserta, kata dia, memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis yang kuat.
Penguasaan isu sosial-politik, serta kemampuan menyusun argumen secara sistematis.
Baca Juga: Dishub DIY Pastikan Dampingi JLFR Akhir Juli ini, Pesepeda Diizinkan Melintasi Jalan Malioboro Jogja
Selain itu, mereka dinilai adaptif menghadapi berbagai gaya penjurian dan piawai menyampaikan sanggahan. Kendati demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah membangun kekompakan tim.
“Ini agar pembagian peran sebagai pembicara pertama, kedua, dan ketiga berjalan optimal,” sambungnya.
Menghadapi kompetisi nasional, instansinya menyiapkan pemusatan latihan intensif berupa training center (TC). Melibatkan pelatih profesional dan alumni debat nasional maupun internasional.
Materi yang diperdalam meliputi geopolitik, ekonomi, hukum, pendidikan, kecerdasan buatan (AI), teknologi hingga isu-isu budaya.
Tim DIY, terang Tukiman, juga akan menjalani simulasi debat dan sparring match bersama mahasiswa maupun kontingen dari provinsi lain.
"Kami menargetkan kembali menjadi juara satu nasional dan membawa pulang piala bergilir ke DIY. Semua anggota tim diharapkan masuk jajaran Top 10 Best Speakers," tegas Tukiman.
Baca Juga: Awas! Tanpa Hujan Tiga Bulan ke Depan, BMKG Ingatkan Potensi Kemarau Lebih Panjang
Berdasarkan informasi pelaksanaan LDBI tingkat nasional bakal dilaksanakan pada 31 Agustus sampai dengan 6 September 2026.
Salah satu anggota Tim DIY Clarissa Elvaretta Maulana, 17, mengatakan, persiapan menuju nasional telah dilakukan sejak jauh hari. Itu dilakukan melalui klub debat di sekolah masing-masing.
Intensitas latihan meningkat sejak Maret, menjelang seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
"Kami sudah terbiasa sparring hampir setiap hari. Di samping latihan bersama, masing-masing juga belajar mandiri dengan memperdalam materi dan rutin membaca berita," katanya.
Baca Juga: PSS Sleman Sudah Punya Sembilan Pemain Asing, Dimas Drajad Juga Telah Berlatih Bersama Tim
Siswa SMA Negeri 1 Bantul itu mengaku metode debat tidak mengandalkan hafalan. Tapi kemampuan memahami persoalan dari berbagai sudut pandang. Spektrum isu yang diperdebatkan sangat luas.
Mulai ekonomi, hukum, hubungan internasional hingga persoalan sosial dan budaya. "Yang penting bukan menghafal, namun memahami isu. Karena, topiknya tidak bisa ditebak dan terus berkembang," cerita Clarissa.
Menjelang keberangkatan, tim DIY juga menjalani karantina selama 10 hari. Intensitas latihan juga lebih tinggi. Clarissa optimistis tradisi prestasi DIY dapat berlanjut. "Tahun 2024 juara satu. Tahun lalu juara dua.
Insya Allah tahun ini kami berusaha membawa kembali gelar juara nasional ke DIY," tandasnya. (bas/kus)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja