JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ akan ikut mendampingi kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang digelar pada pekan terakhir Juli ini.
Selain melakukan pengawalan, jajaran Pemprov DIY juga diwacanakan ikut bersepeda bersama komunitas sebagai bentuk dukungan terhadap budaya bersepeda di Jogjakarta. Koridor Malioboro pun tetap dapat dilintasi para pesepeda.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIY Rizki Budi Utomo mengatakan, pengamanan kegiatan telah dikoordinasikan bersama Polresta dan Pemerintah Kota Jogjakarta, Dishub Sleman, Dishub Bantul, serta jajaran kepolisian di masing-masing wilayah.
"Di bawah Pemprov DIY kami akan membersamai teman-teman JLFR saat kegiatan sepeda. Untuk peserta dari luar kota juga kami koordinasikan dengan Dishub Sleman dan Bantul bersama kepolisian agar pengawalan berlangsung sejak titik awal keberangkatan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Terima Dubes Iran, Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Cita atas Berpulangnya Ali Khamenei
Menurut Rizki, bentuk pendampingan tidak hanya berupa pengaturan lalu lintas, tetapi juga keikutsertaan jajaran Pemprov DIY dalam kegiatan bersepeda. Petugas, kata dia, akan mengawal rombongan sekaligus mengatur arus kendaraan di sejumlah simpang jalan yang dilalui peserta. Ia menegaskan, seluruh ruas jalan di Kota Jogjakarta, termasuk kawasan Malioboro, dapat diakses oleh peserta JLFR.
"Semua jalan di Kota Jogja bisa diakses, termasuk Malioboro boleh dilalui peserta JLFR," katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub DIY akan memanfaatkan sistem pemantauan CCTV yang telah terintegrasi dengan Pemerintah Kota Jogja. Informasi kondisi lalu lintas akan diteruskan secara real time kepada petugas di lapangan sebagai dasar pengaturan arus kendaraan.
"Kami memantau melalui CCTV yang sudah tersentral. Informasi itu langsung diberikan kepada petugas di lapangan, terutama saat peserta melintasi simpang-simpang jalan," jelasnya.
Rizki mengimbau seluruh peserta maupun pengguna jalan lainnya untuk saling menghormati selama kegiatan berlangsung. "Harapannya sama-sama menikmati Jogja di malam hari. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama, sehingga harus saling menghormati," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku belum menerima laporan terkait rencana jajaran Pemprov DIY yang akan ikut bersepeda bersama JLFR. Kendati demikian, ia mendukung kegiatan tersebut selama seluruh peserta mematuhi ketentuan lalu lintas.
"Jogja memang kota sepeda. Tidak ada yang melarang sepanjang aturan ditaati. Sepeda juga menjadi moda transportasi yang direkomendasikan karena rendah emisi," katanya.
Baca Juga: Rencana Penerapan Pedestrian di Malioboro, Pedagang Kaos Was-was Merugi
Namun, Made mengingatkan peserta agar tidak memenuhi badan jalan maupun mengabaikan hak pengguna jalan lain. Khusus saat melintasi kawasan pedestrian seperti Malioboro, pesepeda diminta mengutamakan keselamatan pejalan kaki. "Silakan bersepeda, tetapi harus diatur agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. Jangan karena jumlahnya banyak kemudian melanggar aturan lalu lintas," tegasnya. (bas)
Editor : Bahana.