JOGJA - Rencana penerapan kawasan full pedestrian di Malioboro menuai kekhawatiran dari sebagian pelaku usaha. Pedagang yang berjualan di kawasan sirip Malioboro menilai pembatasan akses kendaraan hingga ke gang-gang berpotensi menghambat distribusi barang dan berdampak pada aktivitas perdagangan.
Pedagang kaos Malioboro Upi Supriyati mengaku, belum mendapatkan sosialisasi resmi mengenai kebijakan tersebut. Informasi yang diterimanya baru sebatas kabar bahwa sejumlah akses gang atau sirip jalan menuju pertokoan akan dipasangi portal sehingga kendaraan bermotor tidak lagi dapat melintas.
"Menurut saya agak menyulitkan. Toko saya berada di sirip jalan. Kalau nanti gangnya diportal dan kendaraan tidak boleh masuk, terus kami bawa barang pakai apa," ujarnya saat ditemui di tokonya, Rabu (22/7/2026).
Selama ini, kata Upi, proses distribusi barang dagangan dilakukan menggunakan sepeda motor yang dapat langsung berhenti di depan toko. Skema itu dinilai paling efektif mengingat lokasi usahanya berada di dalam gang sempit. "Kalau sekarang masih aman karena motor bisa sampai depan toko. Kalau nanti motor juga tidak boleh masuk, ya akan sulit sekali untuk drop barang," katanya.
Ia juga mempertanyakan nasib pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak apabila akses kendaraan benar-benar ditutup. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih matang agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi pelaku usaha di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Nadeo Argawinata Resmi Perkuat Persija Jakarta
"Saya sendiri belum mendapat penjelasan. Yang saya dengar hanya nanti gang-gang juga diportal. Kalau memang begitu, tentu lebih menyulitkan," ungkapnya.
Upi berharap, pemerintah tetap memberikan ruang bagi kendaraan pengangkut logistik untuk masuk pada waktu-waktu tertentu. Dengan demikian, kebutuhan distribusi barang dagangan tetap dapat berjalan tanpa mengurangi kenyamanan kawasan pedestrian. Di sisi lain, rencana full pedestrian justru mendapat sambutan positif dari kalangan wisatawan. Wisatawan asal Magelang Nurrohman menilai, kawasan bebas kendaraan akan membuat aktivitas wisata menjadi lebih nyaman.
"Kalau full pedestrian saya rasa baik karena wisatawan bisa lebih leluasa berjalan tanpa berebut dengan kendaraan. Apalagi Malioboro kawasan yang padat," katanya.
Namun, ia mengakui selama ini lebih mengenal deretan toko di koridor utama Malioboro dibandingkan kawasan sirip atau gang-gang di sekitarnya. Menurutnya, apabila akses menuju gang ikut dibatasi, diperlukan penunjuk arah dan informasi yang jelas agar wisatawan tetap dapat menemukan pusat-pusat belanja yang berada di luar koridor utama.
"Kalau sampai gang saya memang kurang tahu. Mungkin wisatawan lain juga begitu. Jadi kalau ada perubahan akses, perlu ada informasi yang jelas," pungkasnya mengakhiri. (bas)
Editor : Bahana.