RADAR JOGJA - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa 115 siswa dan tiga guru SMP Negeri 3 Wates, Kulon Progo, Selasa (21/7/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulon Progo Clara Dyah Rintaka Esti menyebut, para korban mengalami gejala mual, diare, dan demam usai mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam BBQ, sambal, tahu goreng, sayur pakcoy, dan anggur, yang disantap Senin (20/7/2026) pagi.
Sebanyak 27 siswa bahkan sempat dirujuk ke Puskesmas Wates untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: IKK Membaik, Sekda Jateng: Substansi Kebijakan Harus Memberi Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) per Oktober 2025, DIY menempati posisi ketiga provinsi dengan korban keracunan MBG terbanyak secara nasional, dengan 1.053 korban, di bawah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Berikut rentetan kasus yang tercatat terjadi di berbagai kabupaten/kota se-DIY:
Kabupaten Sleman
Agustus 2025: Jumlah korban dugaan keracunan menu MBG bertambah menjadi 379 siswa.
30 Agustus 2025: SMPN 3 Berbah, Sleman, 135 siswa dan 2 guru diduga keracunan MBG.
Oktober 2025: Ratusan siswa di Sleman kembali mengalami diare dan pusing massal usai menyantap MBG.
Desember 2025: Kasus di SD Nahdlatul Ulama Gamping menambah daftar korban di Sleman, hingga total mencapai sekitar 500 orang sepanjang penyelenggaraan program.
Kabupaten Gunungkidul
4 September 2025: Lima anak mengalami mual-muntah, diduga keracunan makanan MBG.
17 September 2025: 19 siswa di Kapanewon Semin diduga keracunan MBG.
3 Oktober 2025: Kasus keracunan MBG kembali terjadi di Gunungkidul.
29 Oktober 2025: Hampir 700 anak dari dua sekolah diduga keracunan MBG dalam satu kejadian.
Kabupaten Bantul
4 November 2025: 237 siswa dari lima sekolah diduga keracunan MBG, dengan keluhan diare hingga sakit perut.
Kota Yogyakarta
Sepanjang Februari-Oktober 2025: Tercatat satu kejadian keracunan pangan MBG, bersumber dari satu SPPG di wilayah Wirobrajan.
Kabupaten Kulon Progo
21 Juli 2026: 115 siswa dan tiga guru SMPN 3 Wates bergejala mual, diare, dan demam, kasus terbaru yang masih diselidiki Dinkes Kulon Progo.
Dari daftar ini, tampak jelas bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di DIY pernah mengalami kasus serupa sepanjang 2025, dengan Sleman dan Gunungkidul mencatat kejadian berulang dalam rentang waktu berdekatan.
Dengan rentetan kasus yang terus berulang hampir di setiap kabupaten/kota, pertanyaan besar yang tersisa adalah, sejauh mana evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur SPPG di DIY benar-benar dijalankan.
Atau, justru penanganan tiap kasus hanya berhenti sebagai respons reaktif setelah kejadian terjadi?
Editor : Meitika Candra Lantiva