Antisipasi Keracunan, Dapur MBG di Kulon Progo, Disarankan Sinergi dengan Lumbung Mataram

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 12:42 WIB
Ilustrasi MBG di SMPN 3 Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Ilustrasi MBG di SMPN 3 Wates. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

 JOGJA - Kembali munculnya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu. Lembaga yang bergerak di bidang kedaulatan pangan, edukasi gizi, dan pengembangan ekonomi kerakyatan itu menyarankan agar ada integrasi Lumbung Mataraman dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua Pelaksana Harian Yayasan Bijana Paksi Sitengsu Kartika Megawardhani mengatakan, sinergitas antara dua pihak bisa dijembatani dengan pendekatan teknologi. Yakni melalui aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Simetris yang dikembangkannya.

Dalam rancangannya, gabungan kelompok tani dan pelaku UMKM di dalam Lumbung Mataraman akan memasok kebutuhan bahan baku yang berkelanjutan dan tepat waktu kepada dapur SPPG. Kemudian aplikasi Simetris memantau pasokan dan mutu produk pangan secara real-time 

Kartika menyatakan, pihaknya sudah melakukan ujicoba Lumbung Mataraman-Simetris pada sejumlah wilayah di kabupaten Gunungkidul. Meliputi Kapanewon Semin, Kelurahan Kedungpoh (Nglipar), Kelurahan Balong (Girisubo), Kelurahan Piyaman (Wonosari).

Baca Juga: Kerja Sama PSSI dan Bakti Olahraga Djarum Foundation Hadirkan Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus

“Penguatan ekosistem ekonomi produktif Lumbung Mataram-Simetris ini mengedepankan transparansi sekaligus upaya mengantisipasi kasus kasus keracunan makanan yang terjadi,” ujar Kartika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).

Ketua Koordinator Area 1 Lumbung Mataram Wahyu Edi nugroho mengungkapkan, kerjasama dengan Simetris dapat diwujudkan dengan integrasi bahan pangan yang diproduksi oleh kelompok tani. Baik itu pertanian, peternakan, hingga perikanan. 

Penggabungan tersebut diyakini dapat memastikan kontinuitas produksi hasil pertanian untuk kebutuhan program MBG. Baik itu tanaman pangan, sayuran, buah-buahan, hingga peternakan.

"Kami berharap model integrasi di Gunungkidul ini dapat menjadi role model nasional dan direplikasi di berbagai wilayah lain demi mewujudkan kemandirian pangan yang inklusif dan berkeadilan," tandas Wahyu. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
keracunan mbg Mbg Yogyakarta Kulon Progo SPPG