Keracunan MBG Terulang, Pemprov DIY Soroti Kelalaian SOP Produksi dari SPPG, Dugaan Sementara Akibat Ayam Saus BBQ 

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 20:17 WIB
Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti. Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti. Yusuf Bastiar/Radar Jogja

 

JOGJA - Dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan pelajar SMPN 3 Wates, Kulon Progo, kembali menjadi alarm bagi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di DIJ.

Insiden yang diduga dipicu menu ayam saus barbeque dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangwuni itu menjadi kasus kedua setelah kejadian serupa pada 2025 lalu. 

Baca Juga: Becak Listrik Gratis Kian Diminati, Dishub DIY Kenalkan Transportasi Ramah Lingkungan di Malioboro

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ sekaligus Ketua Satgas MBG DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, pihaknya langsung menginstruksikan penanganan cepat begitu menerima laporan dugaan keracunan tersebut.

"Hari ini satuan tugas telah menerima laporan insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan pelajar di Kabupaten Kulon Progo.

Saya langsung menginstruksikan langkah penanganan cepat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/7).

Berdasarkan laporan awal, kata dia, gangguan pencernaan yang dialami para siswa diduga kuat berasal dari lauk ayam saus barbeque yang diproduksi oleh SPPG Karangwuni. 

Kendati demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. 

"Menurut laporan yang kami terima, penyebabnya diduga kuat berasal dari olahan lauk yang diproduksi oleh SPPG Karangwuni.

Dugaan kejadian menonjol gangguan pencernaan disebabkan oleh ayam saus BBQ yang diolah oleh SPPG," katanya.

Kasus ini terungkap saat Puskesmas Wates menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para siswa, Selasa (21/7).

Dalam pemeriksaan, petugas kesehatan menemukan sejumlah pelajar mengalami diare, mual, muntah, nyeri perut hingga demam.

Sebagian siswa juga diketahui berulang kali keluar masuk kamar mandi sekolah akibat gangguan pencernaan. 

Dari hasil evaluasi sementara, Satgas MBG DIJ menduga insiden terjadi akibat kurang optimalnya pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) selama proses produksi makanan.

"Kesimpulan sementara ini ya, disebabkan kurangnya pengawasan pelaksanaan SOP saat produksi.

Baca Juga: Erwan Kembali, Wendy Tak Lagi Panpel, PSIM Jogja Gandeng Mantan Wartawan hingga Sekretaris Timnas

 Penanganan cepat sudah dilakukan, termasuk evaluasi dapur dan perbaikan sistem sanitasi.

Produksi baru akan dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan menyatakan aman," jelas Made.

Ia menegaskan mekanisme pelaporan insiden dari tingkat SPPG kepada Satgas MBG DIJ telah berjalan sesuai prosedur.

Setiap kejadian wajib segera dilaporkan oleh koordinator SPPG untuk ditindaklanjuti. 

Terkait keberlanjutan operasional SPPG Karangwuni, Made mengatakan langkah yang ditempuh masih mengacu pada prosedur Badan Gizi Nasional (BGN).

 Untuk sementara, jenis makanan yang diduga menjadi penyebab gangguan pencernaan telah dihentikan sambil menunggu hasil investigasi lebih mendalam.

Baca Juga: Manuskrip Merapi-Merbabu di Magelang Simpan Misteri Literasi Kuno; Diukir di Kedua Sisi tapi Tulisan Tidak Tembus

"Setiap laporan ditangani sesuai SOP dari BGN. Jika terjadi insiden, ada mekanisme apakah layanan dihentikan sementara atau hanya jenis makanan tertentu yang ditarik.

 Berdasarkan laporan awal, jenis makanan terkait sudah dihentikan sementara sembari kami menelusuri sumber permasalahannya lebih dalam," tandasnya. (bas/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Badan Gizi Nasional (BGN) Mbg Ni Made Dwipanti Indrayanti keracunan SPPG