Catat! Ada Lomba Memancing Minggu 26 Juli, Upaya DPP Kota Jogja Musnahkan Populasi Ikan Invasif yang Semakin Marak

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:03 WIB
Warga menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat memancing di Sungai Winongo, Wirobrajan, Kota Jogja, Senin (6/7/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Warga menggunakan payung untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat memancing di Sungai Winongo, Wirobrajan, Kota Jogja, Senin (6/7/2026). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja berupaya melakukan pemusnahan terhadap populasi ikan invasif yang keberadaannya terus mengancam habitat perikanan lokal di Kota Jogja.

Salah satunya dengan menggelar lomba memancing jenis ikan tertentu. Seperti sapu-sapu, red devil, dan hampala.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, keberadaan ikan invasif pada sungai-sungai di Kota Jogja semakin marak. Meski jumlah populasi secara kuantitatif  belum bisa dipastikan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Permanen di Jateng Siap Beroperasi Mulai 31 Juli 2026

Sebab perkiraan tersebut didapatkan dari pantauan secara kasat mata ketika pemantauan rutin di lapangan. Kemudian juga laporan dari warga melalui kelompok masyarakat pengawas (pokwamas) perairan umum dan para pemancing.

“Yang paling sering ditemukan pada jenis ikan sapu-sapu. Tapi red devil dan hampala juga ada,” ujar Panggarti saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, maraknya populasi ikan invasif tidak bisa diabaikan karena dapat membawa dampak buruk bagi ekosistem perairan. Di antaranya membuat ikan asli atau endemik sungai punah, kemudian rusaknya habitat sungai dan terganggunya sistem rantai makanan sungai.

Baca Juga: Jaka Sangkrip Jadi Nama Yon TP di Kebumen, Punya Fungsi Pertahanan dan Pembinaan Teritorial

Panggarti menambahkan, pola hidup ikan invasif cenderung lebih mudah beradaptasi dengan perairan sungai di Kota Jogja. Serta memiliki sistem reproduksi yang cepat berkembang biak. Sehingga upaya pemusnahan harus dilakukan.

Langkah pengendalian populasi ikan invasif yang dilakukan, salah satunya dengan menggelar lomba mancing ikan sapu-sapu, red devil, dan hampala. Kegiatan terdekat dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026) di Seputaran Dam Mrican aliran Sungai Gajahwong.

“Rangkaian kegiatan itu ada kerja bakti bersih sungai, kampanye  pengendalian ikan invasif, dan restocking (penebaran benih ikan),” bebernya.

Baca Juga: Program Padat Karya Berlanjut, Sejumlah Kalurahan di Kulon Progo Bakal Terima Kucuran Dana Lewat APBD dan BKK Dais

Ia mengimbau masyarakat menghindari jenis ikan potensi invasif seperti lele dan nila apabila melakukan penebaran benih secara mandiri. Ikan yang aman bagi habitat sungai meliputi nilem, wader, dan tawes.

Salah satu masyarakat bantaran Sungai Winongo Tumiran mengungkapkan, populasi ikan invasif memang  cukup marak. Pria 57 tahun yang memiliki hobi memancing ini mengaku sering mendapat ikan sapu-sapu.

Menurutnya, populasi ikan sapu-sapu cukup berpengaruh terhadap habitat ikan lokal. Beberapa tahun lalu ia sering bisa mendapatkan ikan seperti wader. Namun sekarang salah satu jenis ikan kecil itu sulit didapatkan.

“Dulu dapat ikan wader gampang, sekarang seringnya dapat ikan sapu-sapu,” beber warga Kemantren Ngampilan ini. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
populasi marak ikan invasif DPP Kota Jogja lomba memancing pemusnahan