JOGJA - Gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, tinggal menghitung bulan.
Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB bersiap menjadi panggung pembuktian bagi dua rider kebanggaan tanah air, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, pada 9 sampai 11 Oktober 2026 mendatang.
Sebelum bertolak ke Mandalika untuk melakoni sesi latihan intensif, duo rider yang digadang-gadang sebagai local hero ini menyempatkan diri pulang ke Indonesia.
Bagi mereka, kembali ke tanah air adalah momen krusial untuk mengisi kembali energi dan melepas rindu.
Baca Juga: Pemkab Magelang Akan Tata Lapangan Drh Soepardi, PKL Dipastikan Dapat Lapak Semipermanen
"Banyak yang dikangenin di Indonesia. Ada keluarga, teman dekat, dan makanan tentunya. Vibes Indonesia itu beda," ungkap Veda Ega Pratama saat ditemui usai jumpa fans di Monumen Serangan Oemoeum (SO) 1 Maret, Minggu (19/07/2026) sore.
Selain itu, sebagai pembalap asli Gunungkidul yang kini berlaga di kelas Moto3, Veda tak bisa menyembunyikan kerinduannya pada kuliner khas Jogja.
Makanan yang paling disukainya adalah bakmi godog dan gudeg khas Kota Pelajar. "Sebenarnya masih banyak sih, kayak soto dan lain-lain," cetusnya.
Meski tengah menikmati liburan, Veda mengaku akan tetap fokus untuk berlatih menghadapi balapan di Mandalika nanti.
Selain itu, pembalap berusia 17 tahun ini juga sangat antusias untuk merasakan atmosfer sirkuit baru seperti Silverstone dan Phillip Island di paruh kedua musim nanti.
"Pasti pengin (podium). Kami jadi tuan rumah di Indonesia, ya pastinya pengin mendapatkan hasil yang maksimal," tegasnya.
Sementara, Mario Suryo Aji yang bertarung di kelas Moto2 juga mengaku sedang menikmati momen kepulangannya. Pembalap asal Magetan ini mengaku sempat berburu kuliner di Bali sebelum bergeser ke Jogja.
"Saya paling suka bakmi. Gudeg juga suka, tapi jarang makan. Paling enak ya angkringan," bebernya.
Baca Juga: Panjang Umur Toko Sepeda di Jogja, Bertahan dari Tren hingga Bangun Komunitas
Namun, liburan itu tentu tidak bisa lama-lama. Setelah jeda tiga minggu ini, baik Mario Aji maupun Veda Ega akan langsung dihadapkan pada jadwal padat, termasuk persiapan menjelang balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris.
Mario mengaku setelah ini akan fokus mematangkan strategi balapan (racecraft) demi hasil yang lebih kompetitif pada hari Minggu.
"Internal tim sudah memberikan usulan dan plan yang berbeda untuk balapan selanjutnya. Untuk Mandalika, kami menargetkan hasil yang realistis.
Mohon doa dan dukungannya agar kami bisa memberikan penampilan terbaik," ujarnya.
Di sisi lain, Komisaris Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Gusthilantika Marrel Suryokusumo menekankan pentingnya dukungan konsisten dari masyarakat Indonesia.
Baik saat pembalap berada di atas maupun saat sedang berjuang merangkak naik.
"Kami men-support anak bangsa jangan hanya pada saat mereka menang. Ketika mereka sedang berjuang ya kita harus kasih support.
Hasil baik atau buruk itu urusan belakang, yang penting proses harus berjalan terus dan mental harus jadi, karena kesempatan seperti ini jarang terjadi," jelasnya.
Baca Juga: Pemkab Kebumen Fasilitasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Pancasila
Tak hanya itu, Marrel juga berharap kedua pembalap, Veda Ega Pratama maupun Mario Suryo Aji, bisa berlatih dengan maksimal. Sehingga kedua pembalap itu bisa meraih hasil yang terbaik untuk Indonesia.
"Saya harap latihan bisa maksimal. Yang namanya balap di Indonesia yang berat adalah cuaca. Fisik itu perlu. Semoga pembalap-pembalap kami bisa unggul karena main di Indonesia," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja