Wisatawan Yang Berkunjung ke DIY Tembus 3 Juta Kunjungan, Ini Tempat Wisata Yang Banyak Diminati

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:07 WIB
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Momentum libur sekolah menjadi berkah bagi sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama periode 15 Juni hingga 6 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di DIY mencapai 3.041.259 orang. Kota Jogja masih menjadi tujuan utama wisatawan, disusul Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Ellya Shari mengatakan, tingginya mobilitas wisatawan selama liburan berlangsung tersebar hampir merata di seluruh kabupaten dan kota. Berdasarkan data hingga 13 Juli 2026, Kota Jogja mencatat kunjungan tertinggi sebanyak 1.284.722 wisatawan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sleman dengan 829.983 wisatawan, disusul Gunungkidul sebanyak 568.279 wisatawan, Bantul 222.365 wisatawan, dan Kulonprogo 135.910 wisatawan.

Menurut Ellya, destinasi wisata pantai masih menjadi primadona selama musim liburan sekolah. Di Kabupaten Bantul, kawasan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok menjadi lokasi paling ramai dengan total kunjungan mencapai 199.387 wisatawan. Sementara di Kulonprogo, Pantai Glagah dikunjungi sebanyak 101.774 wisatawan.

"Untuk Kabupaten Sleman, destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Candi Prambanan dengan jumlah 344.687 wisatawan. Sedangkan di Kota Jogja, Taman Pintar menjadi destinasi favorit dengan total kunjungan mencapai 133.058 orang," ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Modus Tes TOEFL Saat MPLS, Disdikpora DIY Selidiki Dugaan Pencatutan Nama Dinas

Selain mendongkrak jumlah wisatawan, tingginya aktivitas kunjungan juga berdampak terhadap penerimaan daerah. Berdasarkan laporan pemerintah kabupaten, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi destinasi wisata di Bantul mencapai Rp3.286.002.004. Sementara pendapatan dari sektor aset daerah pariwisata di Gunungkidul mencapai Rp6.281.482.500.

Ellya menambahkan, secara umum pelaksanaan liburan sekolah berlangsung kondusif. Selama periode tersebut tidak terdapat laporan keluhan berarti dari wisatawan, baik terkait praktik parkir liar maupun kenaikan harga yang tidak wajar di kawasan wisata. "Walaupun sempat terjadi kepadatan lalu lintas di kawasan Ring 1 destinasi wisata, terutama Malioboro dan sekitarnya, namun secara umum situasi liburan sekolah tahun ini berjalan aman dan lancar," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa Jogjakarta masih menjadi destinasi favorit wisatawan nasional, khususnya untuk wisata keluarga, budaya, alam, hingga kuliner. Menurutnya, peningkatan kunjungan tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, komunitas, hingga penyelenggara berbagai agenda wisata yang mampu meningkatkan daya tarik daerah.

"Capaian ini menunjukkan DIY masih menjadi destinasi pilihan wisatawan. Kolaborasi semua pihak berhasil menghadirkan pengalaman wisata yang menarik selama musim liburan sekolah," ujarnya.

Imam menyebut terdapat sejumlah faktor yang mendorong tingginya kunjungan wisatawan tahun ini. Di antaranya maraknya penyelenggaraan agenda budaya, seni, olahraga, dan hiburan di berbagai wilayah DIY. Selain itu, kemudahan akses menuju Jogja melalui jalan tol fungsional, layanan kereta api, pesawat, serta transportasi darat lainnya turut meningkatkan mobilitas wisatawan.

Ia juga menilai semakin beragamnya pilihan destinasi, mulai desa wisata, wisata alam, budaya, gastronomi hingga wellness tourism, ditambah promosi digital yang semakin masif dan kolaboratif, menjadi modal penting bagi pariwisata DIY untuk terus tumbuh.

Baca Juga: Rapper Asal Kanada Drake Pasang Taruhan Fantastis Final Piala Dunia 2026, Jagokan Argentina Menjadi Juara

"Kami akan terus menjaga kualitas destinasi, meningkatkan pelayanan wisata, serta memperkuat kolaborasi promosi agar tren positif ini dapat dipertahankan pada musim liburan berikutnya," pungkasnya. (bas)

Editor : Bahana.
kunjungan wisata diy Dispar DIY wisata diy pantai parangtritis