Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Bergantung Kesiapan Sirip-Sirip, Kejar Target Malioboro Full Pedestrian di November

Iwan Nurwanto • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:00 WIB
BELUM BEBAS KENDARAAN BERMOTOR: Keramaian yang ada di kawasan Malioboro. Kawasan ini ditargetkan full pedestrian pada November
BELUM BEBAS KENDARAAN BERMOTOR: Keramaian yang ada di kawasan Malioboro. Kawasan ini ditargetkan full pedestrian pada November

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mematangkan langkah untuk merealisasikan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian. Salah satu yang tengah digodok yakni pengkondisian sirip-sirip Malioboro yang selama ini menjadi kendala.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, masih melakukan pengkondisian sirip per sirip Malioboro. Namun, kepastian target penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian, belum dapat dipastikan.

Mantan bupati Kulon Progo itu memilih bersikap realistis. Pihaknya enggan terburu-buru menetapkan tenggat waktu tanpa ada kebijakan yang matang.

“Jadi, kapan penerapannya sangat tergantung dari hasil kesiapan rembukan di setiap wilayah sirip tersebut," ujar Hasto saat ditemui di Alun-alun Kidul, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: 7 Hal Penting Sebelum Membeli Samsung A17 5G di Promo Salebration Blibli

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, sejauh ini pun belum melakukan pengkondisian di sirip Malioboro. Hanya baru memetakan di kawasan Malioboro.

“Belum. Kalau dikondisikan mah belum,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (17/7/2026).

Kendati begitu, soal kemungkinan nasib warga yang tinggal di kawasan sirip-sirip, mantan Camat Gondomanan itu menjamin mobilitas warga setempat tidak akan terputus. Belajar dari uji coba yang sudah berkali-kali dilakukan, dia telah menyiapkan skema khusus.

Baca Juga: Tragis, Seorang Petani Diduga Bunuh Diri di Sebuah Gubuk Ladang Tanjungsari Gunungkidul

Yakni dengan penggunaan kartu pass khusus bagi masyarakat lokal di area terdampak. Ini agar masyarakat yang tinggal di area sirip-sirip tetap bisa melintas dengan kendaraan bermotornya tanpa hambatan meski Malioboro diterapkan bebas kendaraan.

“Kalau yang di sirip-sirip nanti seperti apa pergerakannya, itu yang terus kami akan lakukan pemetaan,” jelasnya.

Adapun, fokus utama yang dilakukan dishub saat ini pada tahap pemetaan situasi di lapangan. Seperti pengukuran ulang panjang dan lebar sirip-sirip, melihat potensi kendala, hingga koordinasi dengan dinas kebudayaan sebagai pengelola kawasan.

Baca Juga: Fasilitas Belum Lengkap, 10 Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kulon Progo Belum Beroperasi

Menanggapi target penerapan pada November, Arif menyatakan optimistis. Sebab, konsep untuk mendukung kawasan pedestrian di Malioboro sudah secara bertahap sejak 2020.

Langkah yang sudah dilakukan di antaranya penerapan sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau giratori di kawasan Malioboro.

Sampai saat ini sudah ada empat ruas jalan yang menerapkan giratori. Meliputi Jalan Letjen Suprapto, Jalan Mataram, dan Jalan Pasar Kembang.

Giratori di beberapa ruas jalan tersebut akan dipertahankan meskipun nantinya Jalan Malioboro ditutup bagi kendaraan bermotor.

Baca Juga: Arsenal Bakal Jor-joran Hadapi Musim Baru, Bidik Wonderkid Bournemouth Senilai £100 Juta, Sujumlah Pemain Masuk Daftar Belanja

Penerapan sistem jalan searah tersebut secara teknis diklaim cukup berhasil menambah kapasitas tampung jalan di sekitar kawasan Malioboro.

Dengan demikian, ketika pembatasan kendaraan bermotor di sumbu utama Malioboro diperketat, arus kendaraan tetap dapat terdistribusi secara dinamis dan tidak menumpuk di satu titik vital.

Selain lewat manajemen lalu lintas, pihaknya juga telah melakukan pembatasan kendaraan besar di kawasan sumbu filosofi. Misalnya dengan melarang akses bus pariwisata melintas di Titik Nol Kilometer dan TKP Senopati.

“Memang kita lakukan bertahap, tidak langsung karena tentu banyak hal yang harus dipertimbangkan,” tambahnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Kesiapan Sirip full pedestrian hasto wardoyo Pemkot Jogja Malioboro