Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkaca Pada Gempa Bumi 2026, Simulasi Penyelamatan Diri Jadi Materi MPLS di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta 

Iwan Nurwanto • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:07 WIB
Siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mengikuti simulasi penanganan bencana gempa bumi saat MPLS di sekolah mereka, Kamis (16/7). (Foto: Guntur Aga/Radar Jogja)
Siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mengikuti simulasi penanganan bencana gempa bumi saat MPLS di sekolah mereka, Kamis (16/7). (Foto: Guntur Aga/Radar Jogja)

JOGJA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya diisi dengan acara pengenalan kelas dan guru. Berkaca pada ancaman bencana gempa bumi yang masih membayangi wilayah DIY, materi mitigasi dan simulasi pertolongan mandiri kini diselipkan sebagai materi wajib bagi para siswa baru. Salah satunya di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam rangkaian MPLS di sekolah tersebut, ratusan siswa dan guru diberikan edukasi tentang bagaimana melindungi diri ketika terjadi bencana. Seluruh warga sekolah juga melaksanakan simulasi penyelamatan ketika terjadi gempa bumi.

Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja DC Purnomo Wahyudi mengatakan,  edukasi mitigasi di sekolah merupakan langkah vital untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa. Sebab berkaca pada peristiwa gempa bumi pada tahun 2026 lalu, 35 persen dari total 6.652 korban meninggal dunia merupakan anak-anak.

“Hal itu terjadi karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan untuk edukasi ke arah sana (penyelamatan diri ketika terjadi bencana),” ujar Purnomo selaku narasumber MPLS saat ditemui Radar Jogja.

Baca Juga: Saparan Bekakak Digelar Jumat, Satlantas Sleman Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Gamping

Dalam materi MPLS di SMP Stella Duce 2 Yogyakarta, ia fokus memberikan materi kemampuan pertolongan mandiri. Siswa diajarkan bagaimana merespons gempa secara cepat. Mulai dari mencari tempat berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala, hingga rute evakuasi menuju titik kumpul yang aman di area sekolah.

Menurutnya, edukasi terkait dengan mitigasi bencana juga perlu dirutinkan. Supaya dapat menjaga ingatan para siswa tetap segar terkait materi mitigasi. MPLS menjadi momentum yang tepat karena dilaksanakan setiap setahun sekali dan bisa mengajak seluruh warga sekolah.

Purnomo menegaskan, kemampuan dasar tersebut harus dimiliki oleh setiap anak tanpa harus selalu bergantung pada orang dewasa di sekitarnya saat situasi darurat terjadi. Supaya dapat meminimalisasi korban jiwa ketika terjadi bencana.

“Ketika anak-anak memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri, hal itu sudah bisa menurunkan potensi korban jiwa secara signifikan," tegasnya.

Baca Juga: ALVA Siap Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Radar Jogja, CMO dan PR Manager Datang Langsung

Kepala SMP Stella Duce 2 Yogyakarta Lusia Windawati Sinta Dewi berharap, lewat materi simulasi penyelamatan diri dalam rangkaian MPLS bisa menjadi bekal bagi anak-anak ketika terjadi bencana gempa bumi. Karena tidak hanya bisa diterapkan di lingkungan sekolah, namun juga di rumah maupun tempat lainnya.

Sebanyak 297 siswa yang terdiri dari kelas 7, 8, dan 9, beserta seluruh guru pendamping, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Materi mitigasi bencana dipilih sebagai rangkaian MPLS, mengingat secara geografis Yogyakarta dikenal memiliki kerawanan yang cukup tinggi terhadap berbagai potensi bencana alam.

“Semua bencana bisa terjadi, mulai dari kebakaran, tanah longsor, apalagi Jogja dilewati jalur kebencanaan alam gempa bumi. Maka, saya kira ini sangat bermanfaat bagi anak-anak," tandas Lusia. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
simulasi kebencanaan simulasi penyelamatan stella duce 2 gempa bumi SMP Stella Duce 2 Jogja