Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Dewan Jangan seperti Masuk Benteng Keraton, Tinjau Calon Gedung DPRD DIY, HB X Lihat Banyak Lekungan 

Yusuf Bastiar • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:10 WIB
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meninjau pembangunan gedung baru DPRD DIJ di Jalan Kenari, Kota Jogja, kemarin (15/7). Progres pembangunan telah mencapai 81,745 persen, melampaui target 80,368 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 1,377 persen.
Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meninjau pembangunan gedung baru DPRD DIJ di Jalan Kenari, Kota Jogja, kemarin (15/7). Progres pembangunan telah mencapai 81,745 persen, melampaui target 80,368 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 1,377 persen.

 

JOGJA- Gubernur DIY Hamengku Buwono X memberikan sejumlah masukan atas perkembangan pengerjaan fisik calon gedung DPRD DIY. Setidaknya ada empat catatan yang disampaikan HB X. Salah satu yang menjadi atensi orang nomor satu di Pemprov DIY itu berhubungan dengan ornamen di dalam gedung dewan. 

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu melihat banyak lekungan di beberapa ruangan. Bentuknya sekilas mirip seperti Plengkung Wijilan dan Plengkung Gading yang berada di kawasan  njeron beteng keraton.

            “Masuk dewan jangan seperti mau masuk benteng,” ungkap HB X usai berjalan keliling meninjau bangunan calon gedung DPRD DIYdi Jalan Kenari Jogja, kemarin (15/7). Dalam pesannya, gubernur mewanti-wanti agar banyaknya lekungan itu ditambah interior baru. Itu agar tampilannya bisa berubah. Tidak lagi seperti plengkung.

Baca Juga: BPN Sleman Sebut Peralihan Dua Bidang Tanah Milik Komaridin Didasarkan Akta Jual Beli

Bangunan lain yang disoroti adalah tangga berikut lantainya yang licin. Kondisi tersebut bakal merepotkan. HB X sendiri mengaku akan mengalami kesulitan. Dia kemudian mencontohkan saat dirinya menuruni tangga. Kebetulan dirinya saat itu memakai sepatu kulit hitam dengan sol bawah dari karet.

Belum lagi bagi ibu-ibu atau kaum perempuan yang berkebaya. Memakai sepatu atau sandal dengan hak tinggi. “Ini perlu dipertimbangkan karena tamu yang datang dari banyak usia,” sarannya. Catatan lainnya menyangkut daya tampung lift. HB X yang pernah menjadi anggota DPRD DIY periode 1977-1982 itu juga meminta agar ukuran meubelair di ruang komisi-komisi dan ruang paripurna dihitung secara cermat. Panjang dan lebar, khususnya meja di kedua ruangan itu berbeda. “Kalau di ruang komisi ada kebutuhan untuk menulis. Beda dengan ruang paripurna,” ingatnya.

            Atas berbagai catatan itu, HB X meminta agar kelak saat pengerjaan gedung dewan sudah mendekati akhir, dirinya agar diberitahu. Dia ingin datang lagi guna meninjau.

Baca Juga: Kepala SMPN 1 Cangkringan Mengaku Sekolahnya Tak Keberatan Dimintai Iuran HUT Kemerdekaan, Begini Tanggapannya..

Dalam kesempatan itu, gubernur juga mengapresiasi kinerja rekanan atau pemborong yang menggarap bangunan gedung DPRD DIY. HB X melihat secara fisik cukup baik. Pembangunan gedung dewan ini dikerjakan oleh BUMN PT Waskita Karya.

            Kunjungan HB X itu berlangsung sekitar dua jam. Datang ke lokasi sekitar pukul 12.30. Gubernur disambut empat pimpinan dewan. Ketua DPRD DIJ Nuryadi bersama tiga wakil ketua dewan Budi Waljiman, Imam Taufik dan Umaruddin Masdar.  Juga ikut menyambut Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono.

Tampak ikut mendampingi Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Inspektur DIY Muhammad Setiadi, Kepala Bapperida Danang Setiadi, Kepala BPKA Wiyos Santoso, Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov DIY Aria Nugrahadi.

Baca Juga: Pieter Huistra Pimpin Latihan Perdana PSS Sleman, Hanif Sjahbandi dan Hiromu Tanaka Sudah Gabung

Dari lantai satu, kunjungan dilanjutkan ke lantai dua. Ruangan yang didatangi antara lain ruang transit, ruang pimpinan dewan dan ruang paripurna. HB X sempat memberikan komentar soal letak ruang ajudan atau sekretaris pribadi. Lokasinya jangan melewati ruangan tamu-tamu penting dewan.

Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono juga bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) gedung DPRD DIY . Dia memberikan sejumlah penjelasan. Yudi juga menyampaikan laporan sekaligus paparan. Dia menyampaikan pengerjaan fisik calon gedung DPRD DIY telah melampaui dari target yang direncanakan. Hingga 12 Juli 2026 atau minggu 69 capaian fisik sebesar 81, 7 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 80,368 persen, sehingga terdapat deviasi positif sebesar 1,377 persen.

 Dia mengatakan, gubernur memberikan apresiasi terhadap perkembangan pembangunan gedung dewan. Sekaligus menyampaikan beberapa arahan penyempurnaan terkait estetika bangunan. Yudi melihat respons gubernur sangat berkenan.

Baca Juga: Waspada! Musim Kemarau, Pencemaran Udara di Kota Jogja Diprediksi Meningkat

 

 Dia menjelaskan desain gambar yang direncanakan dari awal seperti itu. Namun dalam perkembangannya muncul arahan dari HB X saat kunjungan.“Tidak semata-mata plengkung, tapi dipasangkan dengan ornamen-ornamen,” terangnya.

Yudi langsung menindaklanjuti arahan itu dengan mendiskusikan bersama jajaran Dinas PUPESDM DIY . Rencananya setiap lengkungan ruangan ditambah dengan ornamen dari tembaga. Arahan gubernur itu menjadi bagian dari penyempurnaan desain tanpa mengubah konsep utama bangunan. Penambahan ornamen diharapkan semakin memperkuat karakter arsitektur gedung yang selaras dengan identitas budaya Jogjakarta.

Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan terbuka terhadap berbagai penyempurnaan desain selama tidak mengubah fungsi utama bangunan. Menurutn dia, gedung DPRD merupakan fasilitas pemerintahan yang berbeda dengan bangunan keraton.

"Ini gedung DPRD DIY yang baru, bukan keraton. Jadi tidak seperti benteng. Kalau memang ada perubahan sedikit untuk penyempurnaan, kami siap menyesuaikan," ujarnya. (bas/kus)

 

Editor : Heru Pratomo
Benteng Keraton Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X Pemprov DIY DPRD DIY. DPRD DIJ waskita karya