JOGJA - Bursa kerja (jobfair) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja di Auditorium PT Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara, Gondokusuman, Kota Jogja menjadi harapan bagi para pencari kerja. Termasuk Huda Kurniawan, seorang tunarungu yang ingin berkarir di dunia profesional.
Langkah Huda tampak mantap untuk mendatangi setiap stan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Dia aktif membaca setiap brosur yang disediakan oleh perusahaan. Meskipun dia sendiri memiliki keterbatasan dalam hal komunikasi.
Ya, Huda merupakan seorang penyandang tuli. Ia sempat menikmati bagaimana rasanya punya pekerjaan. Namun di tahun 2025, pria asal Sleman yang sebelumnya bekerja sebagai staf IT (Information Technology) salah pusat perbelanjaan di Yogyakarta ini menjadi salah satu karyawan yang mendapat pemutusan hak kerja (PHK).
Kehilangan pekerjaan tidak lantas mematahkan semangatnya, Huda memiliki motivasi besar untuk kembali bekerja.
Melalui job fair yang diselenggarakan oleh pemkot, dia berharap ada perusahaan yang bersedia mempekerjakan penyandang disabilitas.
“Pekerjaan saya berhubungan dengan dunia komputer. Mulai dari entri data, pengolahan data, hingga analisis data," tutur Huda melalui gerakan tangan, yang kemudian diterjemahkan oleh panitia job fair, Rabu (15/7/2026).
Huda mengungkapkan, motivasi terbesarnya untuk bekerja tidak lain untuk hidup mandiri.
Pria lajang ini tidak ingin bergantung pada orang lain. Dia juga tidak pilih-pilih pekerjaan maupun perusahaan.
Namun harapannya, ia dapat ditempatkan di Yogyakarta agar dekat dengan tempat tinggalnya di Jalan Kaliurang Km.14, Kapanewon Ngaglik.
Meski demikian, Huda mengaku terbuka dengan pekerjaan yang tersedia. Termasuk jika harus ditempatkan di luar kota.
Saat ini, Huda mengaku baru memasukkan satu lamaran pekerjaan melalui platform Kerjabilitas. Namun hal tersebut baru langkah awal. Dia memastikan akan memasukkan lamaran ke berbagai perusahaan yang bersedia mempekerjakan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Bek Spanyol Pau Cubarsi: Kami Membungkam Banyak Orang dan Pergi ke Final
Di akhir percakapan, Huda menitipkan pesan bagi para penyedia kerja. Ia ingin perusahaan-perusahaan di Indonesia bisa lebih terbuka, ramah disabilitas, dan mau melihat kemampuan pelamar secara objektif berdasarkan kompetensi kerja yang dimiliki, bukan dari keterbatasan.
“Kami ingin membuktikan bahwa bukan hanya orang non-difabel saja yang bisa bekerja, tetapi teman-teman difabel pun mampu berdiri di atas kaki sendiri dan berdikari,” ungkap Huda dalam bahasa isyarat. (inu)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja