JOGJA - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja menyediakan sebanyak 2.000 lowongan kerja dalam agenda Job Fair tahun ini. Namun berdasar pengalaman tahun lalu serapan kerja kurang optimal karena banyak pencari kerja pilih-pilih.
Ketua Tim Kerja Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Jogja Mohammad Soko Marhendi mengatakan, pada Job Fair 2025 serapan kerja hanya 100 dari 2.000 lowongan yang tersedia. Atau sekitar lima persen.
Soko menyebut, minimnya serapan kerja dipengaruhi tiga faktor. Pertama, pada job fair tahun lalu dinas merasa kurang dalam hal publikasi kegiatan. Kedua karena faktor banyaknya pencari kerja yang cenderung selektif terhadap lowongan yang tersedia. Serta terakhir ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri.
Baca Juga: Van Gastel Ungkap Tantangan Melatih PSIM, Ambisi Harus Disesuaikan dengan Anggaran
Namun untuk kendala terbesar yang pernah ditemukan, dia mengakui terletak pada profil pencari kerja yang selektif atau pilih-pilih pekerjaan. Dinas menemukan sepinya lowongan pada sektor pemasaran (marketing) pada job fair tahun lalu.
“Mereka menghindari lowongan marketing, padahal perusahaan itu sangat butuh marketing agar bisa berjalan. Mungkin karena menganggap marketing itu susah dan ada target,” ujar Soko saat ditemui di Balai Kota, Senin (13/7/2026).
Guna mengantisipasi sepinya animo seperti tahun lalu, Soko mengaku akan merubah strategi publikasi. Salah satunya dengan menggencarkan pemberitahuan melalui media sosial. Langkah tersebut menurutnya cukup efektif untuk menarik lebih banyak perhatian dari para pencari kerja.
Baca Juga: Sebanyak 38 Calon Paskibraka Kota Jogja Mulai Jalani Latihan Intensif, Ini Tahapannya
Soko juga memastikan bahwa pada job fair tahun ini lowongan yang tersedia banyak pada sektor retail. Porsi tersebut disesuaikan dengan profil pencari kerja di Kota Jogja yang saat ini didominasi oleh lulusan tingkat SMA dan SMK.
Adapun job fair dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja diselenggarakan 15-16 Juli 2026. Bertempat di Auditorium LPP Agro Nusantara yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Klitren, Gondokusuman. “Harapannya besok banyak yang terserap,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Erna Nur Setyaningsih mengungkapkan, kuota lowongan job fair tahun ini disesuaikan dengan angka pengangguran terbuka yang berjumlah 2.336 jiwa.
Baca Juga: Mitchell Baker Resmi Menjadi WNI, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pemerintah
Meski demikian, kesesuaian antara ketersediaan lowongan dengan jumlah pengangguran tidak serta merta dapat menyerap seluruh pencari kerja. Lantaran ada faktor kompetensi dan usia yang menjadi persyaratan perusahaan.
Dia yakin lulusan baru dari sekolah atau perguruan tinggi akan mudah terserap oleh pasar kerja. Namun beda kondisi dengan pengangguran yang berusia 35 tahun ke atas. Perusahaan cenderung menetapkan kompetensi tinggi bagi calon pelamar dengan rentang usia tersebut.
Menyikapi dinamika tersebut, Disnakertrans Kota Jogja kini lebih masif mengarahkan program pengentasan pengangguran ke sektor non formal bagi kelompok usia di atas 35 tahun.
Misalnya dengan program tenaga kerja mandiri (TKM), berupa pelatihan para pencari kerja untuk membentuk kelompok-kelompok usaha mandiri.
Program tersebut dikolaborasikan dengan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM untuk proses pendampingan usaha dan pemasaran.
“Kami juga sambungkan TKM dengan pemerintah pusat, harapan kami supaya bisa mengikuti fasilitasi yang dari Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja),” imbuh Erna. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita