JOGJA - Potensi sumbu filosofi dan banyaknya komunitas lari di Jogja mulai dilirik sebagai bahan bakar menghidupkan pelaku UMKM. Strategi tersebut dilakukan Mox Space, salah satu penyedia ruang kreatif di Jalan Jendral Sudirman, Kotabaru yang berdiri sejak 27 Juli 2025.
Brand and Community MOX Space Svasthika Putri mengatakan, bagi pihaknya komunitas bukan sekedar konsumen namun mitra strategis. Salah satu kolaborasi yang rutin berjalan adalah Wednesday Night Run. Kegiatan berlari mengitari rute sumbu filosofi setiap hari Rabu malam.
Menurutnya, hubungan timbal balik tersebut membawa dampak bagi ekosistem bisnis UMKM kuliner yang ada di Mox Space. Aktivitas rutin komunitas ini secara tidak langsung menjadi sarana promosi organik yang efektif bagi 13 tenant UMKM kuliner di tempat itu.
"Mereka membawa teman-teman baru untuk memperkenalkan Mox Space, sehingga semakin banyak yang jajan," ujar Putri saat ditemui, Minggu (12/7/2026).
Menyambut tahun pertama Mox Space berdiri, Run for Moxverse juga digelar untuk mengajak pelari menikmati rute yang sarat nilai sejarah dan budaya Jogjakarta. Dimulai dari titik kumpul di Mox Space, melewati Tugu, Jalan Mataram, hingga kawasan Kotabaru.
Putri mengungkapkan, rute tersebut dipilih untuk mempromosikan kawasan sumbu filosofi sebagai destinasi wisata unggulan. Sekaligus memperkenalkan Mox Space sebagai salah satu destinasi kuliner terdekat dari pusat-pusat bersejarah tersebut.
“Kampanye kami tidak hanya hidup sehat, tapi juga wisata, budaya dan kuliner,” terangnya.
Sementara itu, Perwakilan komunitas lari Jogja Unity Runners Mahmud Syahril Kaliki mengungkapkan, Jogja memiliki potensi sebagai destinasi utama sport tourism. Namun memang perlu ada peningkatan fasilitas publik agar lebih nyaman bagi pecinta olahraga.
Baca Juga: Heboh Dugaan Pelecehan Dosen Farmasi UMY, Kampus Bertindak Cepat, Dosen Dinonaktifkan
Secara khusus, dia memberikan dukungan penuh terhadap wacana sterilisasi kendaraan di kawasan Malioboro. Lantaran zona bebas kendaraan bisa memberikan ruang aman bagi pejalan kaki dan pelari.
Syahril menyatakan, komunitasnya berkomitmen penuh mendukung ekosistem UMKM di Kota Jogja. Sinergi tersebut diwujudkan secara nyata dengan meramaikan dan melariskan dagangan warung-warung lokal di sepanjang rute lari mereka.
“Banyak UMKM yang perlu dikembangkan di tengah ekonomi yang tidak stabil ini. Perlu saling bantu nglarisin, walaupun tidak setiap hari,” terang Syahril. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin