Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hotel Jogja Sulit Naikkan Tarif Meski High Season, GIPI dan PHRI DIY Kompak Soroti Persaingan Wisata Dengan Magelang Hingga Solo

Fahmi Fahriza • Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:29 WIB
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Musim libur sekolah yang terjadi saat ini membawa angin segar bagi sektor pariwisata di DIY.

Tingkat kunjungan wisatawan hingga hunian hotel meningkat, dan sejumlah hotel mencatat okupansi tinggi.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mampu mendongkrak kinerja industri perhotelan dan wisata karena pelaku usaha menghadapi tekanan persaingan yang semakin ketat, sementara biaya operasional terus meningkat.

Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan, pelaku usaha kini tidak lagi hanya bersaing dengan sesama hotel di wilayah DIY.

Baca Juga: Kabar Buruk, Swiss Tidak Akan Diperkuat Johan Manzambi Lawan Argentina

Kemudahan akses transportasi membuat wisatawan semakin fleksibel menentukan lokasi menginap, termasuk di daerah penyangga.

"Kota-kota lain sekitar DIY juga semakin berbenah, secara jarak juga cukup dekat. Artinya sekarang kompetitor kita jadi dekat," ujar Bobby kepada Radar Jogja, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Bobby, wisatawan kini tidak lagi harus menginap di Kota Jogja untuk menikmati destinasi wisata di DIY.

Mereka bisa dengan mudah memilih akomodasi di daerah sekitar yang menawarkan harga lebih kompetitif.

"Mereka yang main di Jogja menginap di Magelang, itu bisa. Mereka yang mainnya di Jogja mungkin nginep di Solo, itu terjadi," katanya.

Baca Juga: Prediksi Skor Argentina vs Swiss Perempat Final Piala Dunia 2026, Upaya Juara Bertahan Mempertahankan Gelar

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha hotel di DIY tidak bisa lagi memaksimalkan tarif kamar seperti saat musim liburan pada tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Bobby, persaingan kawasan membuat strategi penetapan harga harus lebih hati-hati.

"Hotel rata-rata harganya juga enggak terlalu tinggi kan.

Nah, itu menjadi tekanan di kita. Bagaimana kita juga tidak bisa memaksimalkan pricing seperti biasanya pada saat high season," tegasnya.

Senada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, okupansi hotel anggota PHRI selama Juni dan awal Juli memang cukup bagus, rata-rata telah mencapai 70 persen atau meningkat sekitar 10-20 persen dibanding periode libur sekolah tahun sebelumnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris Perempat Final Piala Dunia 2026, Upaya Vikings Ciptakan Kejutan atas The Three Lions

Meski demikian, peningkatan tersebut belum menjadi kabar baik bagi pelaku usaha karena kenaikan biaya operasional dinilai jauh lebih besar.

Harga bahan baku pangan, kebutuhan kebersihan, energi, hingga penggunaan genset saat pemadaman listrik ikut membengkak.

"Okupansi itu memang naik, tapi juga biaya produksi atau biaya operasional kita juga naik," ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat hotel tidak memiliki ruang untuk menyesuaikan tarif kamar mengikuti kenaikan biaya operasional.

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga belum pulih sepenuhnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris Perempat Final Piala Dunia 2026, Upaya Vikings Ciptakan Kejutan atas The Three Lions

"Masalah kita sementara kalau dipaksakan untuk menyesuaikan harga kamar, enggak ada tamu," ujarnya.

Lebih lanjut, soal peta persaingan wisata dan penginapan dengan kota-kota lain di sekitar DIY.

Deddy menilai bahwa pemerintah perlu serta membantu menyelesaikan dan membantu para pelaku wisata di DIY.

"Misal ada event wisata skala nasional atau malah internasional, itu bisa menarik wisatawan ke Jogja, dengan durasi menginap yang juga lama, jadi mereka stay di sini, dan tidak perlu ke kota lain," pungkasnya. (iza)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Persaingan Wisata #GIPI #phri diy #hotel jogja #high season