JOGJA - Ambisi menjadikan becak listrik sebagai moda transportasi tradisional ramah lingkungan ternyata belum dibarengi fasilitas pendukung stasiun pengisian daya. Kondisi itu membuat para tukang becak listrik sulit bersaing dengan transportasi lain seperti bajaj dan becak motor (betor).
Salah satu tukang becak listrik Yanto mengatakan, fasilitas pengisian daya di kawasan Malioboro saat ini baru ada di Tempat Khusus Parkir (TKP) Ketandan. Satu titik tersebut, menurutnya kurang mencukupi kebutuhan para tukang becak listrik yang setiap hari menarik harus menumpang.
Bukan tanpa alasan, Yanto mengusulkan hal tersebut karena sebelumnya pernah menghadapi kehabisan baterai seusai mengantar wisatawan di Malioboro. Kondisi itu membuatnya tidak bisa menarik penumpang lain. Padahal saat itu wisatawan sedang ramai.
Sehingga, ia berharap pemerintah bisa menambah fasilitas pengisian daya becak listrik. Misal di cekungan-cekungan Jalan Malioboro. Supaya saat mangkal atau setelah mengantar penumpang di destinasi wisata, baterai becak listriknya bisa sambil mengisi daya.
Baca Juga: Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat
“Kalau cuma di sini (TKP Ketandan) kami repot, misal baterai habis di Malioboro, mau tidak mau kami harus kesini lagi,” ujar Yanto saat ditemui di TKP Ketandan, Kamis (9/7/2026).
Pantauan Radar Jogja, lokasi titik pengisian daya becak listrik di TKP Ketandan memang cukup bejubel. Sebagian tukang becak listrik mengantre mengisi baterai. Sementara beberapa tukang becak listrik lain terlihat melakukan perbaikan ringan armadanya.
Tukang becak listrik lain, Juwari mengungkapkan bahwa ketersediaan stasiun pengisian daya yang minim juga membuat para tukang becak listrik sulit bersaing dengan transportasi lain. Lantaran jika daya baterai habis, mau tidak mau becak listrik harus menolak penumpang.
Selain berharap ada penambahan titik pengisian daya, ia juga ingin ada penambahan titik servis. Lantaran armada becak listrik yang ia gunakan pernah mengalami masalah kelistrikan ketika hendak menarik penumpang.
Baca Juga: Manchester United Capai Kesepakatan Transfer Gelandang Brasil Senilai 1,2 Triliun dari Chelsea
“Seumpama banyak tempat servis kan enak, ketika lagi di jalan bisa langsung diperbaiki,” terang Juwari.
Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, populasi becak listrik di kawasan Malioboro berjumlah 260 armada. Jumlah tersebut bagian dari konversi bentor di Malioboro yang berjumlah 900 unit. Sehingga masih ada 640 betor yang belum beralih ke becak listrik.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan memastikan, pihaknya akan terus menambah stasiun pengisian daya baterai untuk becak listrik. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk membantu penyediaan.
“Kami akan mencoba dari kota Jogja ini untuk sinergi kolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan lingkungan kita, karena tidak mungkin jika dilakukan pemerintah kota sendiri,” ungkap Wawan. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin