KULON PROGO - Jalan Tegalsari-Klepu Kokap, Kulonprogo, selama lima tahun terakhir dalam kondisi rusak berat. Keadaan jalan gronjal, dan berlubang di sana-sini. Titik terparah sepanjang 6 kilometer di ruas jalan yang menghubungkan Kalurahan Hargotirto dan Kalurahan Hargowilis. Sama-sama berada di Kapanewon Kokap.
Sejak 2025 mulai teratasi. Tahun lalu dilakukan pengerjaan peningkatan jalan sepanjang 4 kilometer. Anggarannya menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp 31,8 miliar. Tahun ini dilanjutkan untuk pengerjaan jalan sepanjang 1,95 kilometer. Sumber anggarannya kembali memakai Dana Keistimewaan sejumlah Rp 15 miliar.
“Tahun ini ruas Jalan Tegalsari-Klepu 100 persen dalam kondisi mantap,” ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY One Sigit Hermanto kemarin (7/7).
One menjelaskan, pekerjaan berupa rekonstruksi jalan dan peningkatan struktur jalan. Itu karena Jalan Tegalsari-Klepu keadaannya rusak parah. Bergelombang. Jalan Tegalsari-Klepu diperlebar menjadi 6,5 meter. Dilengkapi bahu jalan dari beton. Di beberapa titik disiapkan dinding penahan tanah sebagai pencegah longsor. Peningkatan Jalan Tegalsari-Klepu ditargetkan rampung pada 5 November 2026.
Dikatakan, peningkaran Jalan Tegalsari-Klepu sebagai upaya nyata Pemda DIY meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Terutama masyarakat di Perbukitan Menoreh wilayah barat. Peningkatan jalan ini mendukung Jalur Bedah Menoreh untuk menunjang konektivitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dengan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Total panjang Jalan Tegalsari-Klepu mencapai 19 kilometer. Menghubungkan Kapanewon Kokap dengan Girimulyo. Untuk ruas di Girimulyo sudah mendapatkan perbaikan sebelum pandemi sehingga masih layak dilalui. Usulan peningkatan jalan sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Namun tertunda karena refocusing anggaran sebagai akibat pandemi Covid-19.
Lurah Hargotirto Tukiyo menceritakan, peningkatan jalan sudah ditunggu lebih dari lima tahun. Setiap tahun, dia mengajukan usulan perbaikan. Baru 2025 lalu usulan dapat direalisasikan. Dilanjutkan tahun ini. “Mewakili warga kami mengucapkan berterima kasih atas dukungan Dana Keistimewaan,” ucap Tukiyo.
Jalan Tegalsari–Klepu selama ini menjadi jalur utama bagi warga Kalurahan Hargotirto, Hargowilis, dan sebagian Kalurahan Kalirejo, Kokap, menuju Kota Wates. Namun karena kerusakan parah, mayoritas warga terpaksa menggunakan jalan lingkar Waduk Sermo milik Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Kementerian Pekerjaan Umum. Statusnya sebenarnya bukan jalan umum. Warga harus memutar jalan yang memerlukan waktu 30 menit.
Tukiyo menambahkan, kini Jalan Tegalsari-Klepu telah mulus. Masyarakat tak lagi memutar jauh. Selain memangkas waktu, peningkatan jalan dapat menggerakkan ekonomi. Kapanewon Kokap memiliki komoditas cengkeh, durian, dan kelapa yang dikirim ke luar daerah. Pengiriman komoditas dipastikan akan lebih lancar.
Jalan Tegalsari-Klepu yang tidak lagi gronjal dan berlubang mendukung pengembangan sektor pariwisata. Sebab, jalan tersebut menghubungkan ke sejumlah destinasi seperti Waduk Sermo, Gunung Gajah, dan objek wisata lain di Kapanewon Girimulyo. (gas/kus)
Editor : Herpri Kartun