Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yudha Kusuma Putera Berhasil Sabet Hasselblad Masters 2026, Tunjukkan Gunungan Sampah dari Balik Punggung Sapi

Iwan Nurwanto • Selasa, 7 Juli 2026 | 21:00 WIB

INSPIRATIF: Yudha Kusuma Putera bersama dengan karya fotografinya bertajuk Sapi-Sapi Piyungan yang memenangkan penghargaan Hasselblad Masters 2026. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

INSPIRATIF: Yudha Kusuma Putera bersama dengan karya fotografinya bertajuk Sapi-Sapi Piyungan yang memenangkan penghargaan Hasselblad Masters 2026. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

JOGJA - Bagi banyak orang, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan hanyalah hamparan gunungan sampah yang menyisakan bau menyengat. Namun, di mata Yudha Kusuma Putera, tempat itu justru menyimpan cerita yang layak dibawa ke panggung dunia. 

Lewat foto punggung-punggung sapi yang disusun menyerupai pegunungan, fotografer asal Jogjakarta ini berhasil memikat dewan juri dan meraih penghargaan Hasselblad Masters 2026 kategori Art.

Melalui bidikan kameranya, pria yang akrab disapa Yudha itu merekam ironi kehidupan kawanan sapi pemakan sampah. Dia berhasil menyisihkan puluhan ribu kompetitor dari seluruh dunia dalam ajang fotografi internasional yang diinisiasi oleh brand kamera legendaris, Hasselblad. 

Baca Juga: Belum Resmikan Satupun Pemain, Van Gastel Masih Tutup Rapat Daftar Buruan PSIM untuk Musim Depan

Proses kreatif tersebut bermula pada akhir 2022. Saat isu penutupan TPA Piyungan berulang kali mencuat dan berimbas langsung pada menumpuknya sampah domestik di rumah-rumah warga. Tertarik dengan keresahan tersebut, alumni Fotografi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini mulai melakukan riset mendalam.

Dari riset di dunia maya dia menemukan konsep waste colonialism. Sebuah realitas global saat negara-negara maju membuang limbah mereka ke negara berkembang, termasuk Indonesia. 

Selama enam bulan, Yudha mencicil karyanya. Ia merekam video, mengumpulkan rekaman suara, hingga memotret dua makhluk yang paling dominan menguasai lanskap TPA Piyungan. Yakni sapi-sapi milik warga dan burung kuntul yang hidup dari memakan sampah organik.

Baca Juga: Rabu Presiden Prabowo dan Perdana Menteri India Datang ke Candi Prambanan, Operasional Disesuaikan

Pria 39 tahun ini kemudian mengemas karyanya dengan sangat cerdas. Foto punggung kawanan sapi dirangkai sedemikian rupa sehingga menyerupai pegunungan. Namun di balik itu, ada pesan bahwa sapi-sapi tersebut sebenarnya hidup di gunungan sampah yang penuh limbah.

"Saya menyusun punggung-punggung sapi itu menyerupai tempat mereka hidup," ujar Yudha saat ditemui di kafe Jalan Tirtodipuran, Mantrijeron, Kota Jogja.

Meski menggunakan TPA Piyungan sebagai pijakan karyanya, Yudha menegaskan bahwa proyek seni ini sama sekali tidak dirancang untuk menyerang atau mengkritik pemerintah daerah. Namun dia justru membawa pesan yang jauh lebih universal dan reflektif. Karyanya merupakan cermin bagi masyarakat modern yang konsumtif.

Semua orang memproduksi sampah setiap hari. Namun sering kali menutup mata ke mana sisa-sisa konsumsi tersebut bermuara dan bagaimana berdampak pada ekosistem makhluk hidup. Di sisi lain, karya ini juga menyentuh tanggung jawab global negara-negara maju atas tata kelola limbah mereka yang kerap berpindah tangan ke belahan bumi lain.

Pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah ini mengaku sempat kaget karyanya terpilih sebagai yang terbaik. Lantaran sekitar 36.000 pendaftar yang ikut berkompetisi di kategorinya. Baginya, penghargaan dari Hasselblad merupakan salah satu penghargaan terbaik selama menekuni seni fotografi sejak tahun tiga belas tahun terakhir.

“Bagi saya, penghargaan ini seperti legitimasi pekerjaan yang diapresiasi oleh orang lain,” tegas Yudha. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan #Yudha Kusuma Putera #Hasselblad Masters 2026 #TPA Piyungan #sapi