JOGJA - Wacana pelibatan taruna untuk memberikan pelatihan semi militer kepada siswa Sekolah Rakyat (SR) belum mendapat respons resmi dari Dinas Sosial (Dinsos) DIY.
Pasalnya, selama ini pembinaan kedisiplinan di SR telah berjalan melalui kerja sama dengan jajaran TNI dan Polri.
Sekretaris Dinsos DIY Suyarno mengatakan, pelatihan kedisiplinan yang diterapkan di SR bukan hal baru. Program tersebut, telah menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik sejak awal mereka masuk sekolah.
"Kalau terkait pelatihan kedisiplinan semi militer seperti itu, sebenarnya sudah kami lakukan selama ini. Kami bekerja sama dengan kodim, koramil, kepolisian, termasuk unsur forkompimda setempat," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/7/2026).
Suyarno belum dapat memberikan sikap terkait rencana pemerintah pusat yang akan menugaskan taruna Akpol maupun Akmil dalam pembinaan siswa SR karena hingga kini masih sebatas wacana.
"Kalau soal pelibatan taruna kami belum bisa bersikap seperti apa karena memang masih berupa wacana. Yang bisa saya sampaikan, selama ini pembinaan kedisiplinan sudah berjalan bersama TNI dan Polri," katanya.
Program pembinaan karakter difokuskan kepada siswa baru, mengingat mayoritas peserta didik SR berasal dari keluarga miskin yang masuk dalam desil 1 dan 2 data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Menurutnya, sebagian anak belum terbiasa dengan pola hidup disiplin karena lingkungan keluarga yang berbeda-beda.
"Ketika berasal dari keluarga miskin, sering kali anak-anak belum terbiasa dengan disiplin, seperti tepat waktu, antre, atau mengikuti aturan secara konsisten. Karena itu pembentukan karakter dilakukan sejak awal," jelasnya.
Dia menyebut, pembinaan dilakukan secara intensif pada masa awal masuk sekolah sebelum dilanjutkan dengan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di asrama.
Materi yang diberikan meliputi baris-berbaris, disiplin waktu, tata tertib makan bersama, ibadah berjamaah, hingga kebiasaan menjalankan aktivitas sesuai jadwal.
Menurutnya, perubahan perilaku siswa mulai terlihat setelah mengikuti pembinaan tersebut. Anak-anak kini lebih terbiasa datang tepat waktu, mengikuti jadwal kegiatan, hingga beristirahat sesuai aturan.
"Mulai dari yang mendasar, seperti baris-berbaris, bagaimana saat makan harus duduk tertib, berdoa sebelum dan sesudah makan, kemudian disiplin waktu salat berjamaah. Hal-hal sederhana itu dilakukan setiap hari," tambahnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita