JOGJA - Minat masyarakat menggunakan kereta api di wilayah Daop 6 Jogjakarta terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, PT KAI Persero Daop 6 Yogyakarta melayani 6.921.638 pelanggan kereta api jarak jauh, melonjak 115 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.214.621 pelanggan.
Di sisi lain, Stasiun Tugu Yogyakarta masih menjadi stasiun dengan volume penumpang keberangkatan maupun kedatangan tertinggi.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, dari total volume penumpang tersebut, sebanyak 3.463.731 pelanggan merupakan penumpang yang berangkat, sedangkan 3.457.907 pelanggan merupakan penumpang yang datang.
"Peningkatan volume penumpang pada Semester I 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari peningkatan keselamatan, peremajaan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas fasilitas layanan, profesionalisme petugas, program diskon tarif, hingga hadirnya kereta api tambahan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (5/7/2026).
Selain itu, rangkaian libur hari besar keagamaan, hari libur nasional, dan akhir pekan panjang pada awal tahun turut mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.
Feni menyebutkan, berdasarkan data Semester I 2026, Stasiun Jogjakarta menjadi stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi, yakni 1.623.339 pelanggan.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Lempuyangan sebanyak 747.633 pelanggan, Stasiun Solo Balapan 590.185 pelanggan, Stasiun Klaten 176.611 pelanggan, Stasiun Purwosari 133.987 pelanggan, dan Stasiun Wates 84.465 pelanggan.
Sementara untuk volume kedatangan penumpang, Stasiun Jogjakarta kembali menjadi yang tertinggi dengan 1.595.413 pelanggan. Disusul Stasiun Lempuyangan 747.837 pelanggan, Stasiun Solo Balapan 633.500 pelanggan, Stasiun Klaten 165.223 pelanggan.
“Untuk Stasiun Purwosari 132.299 pelanggan serta Stasiun Wates 86.591 pelanggan,” imbuhnya.
Feni menilai, pertumbuhan jumlah pelanggan juga didukung semakin baiknya integrasi antarmoda serta inovasi layanan digital yang diterapkan KAI. Beberapa di antaranya layanan Face Recognition Boarding Gate, fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI, hingga berbagai program loyalitas pelanggan.
"Ketepatan waktu, kenyamanan, serta inovasi layanan menjadi kekuatan kami dalam meningkatkan loyalitas pelanggan," katanya.
Sementara itu, Executive Vice President Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo optimistis tren pertumbuhan penumpang akan berlanjut pada Semester II 2026. Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api, menurutnya menjadi tanda semakin besarnya kepercayaan publik terhadap moda transportasi tersebut.
Baca Juga: Lawan Inggris, Meksiko Berharap Tuah Magis Stadion Azteca
Menurutnya, KAI akan terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan keandalan operasional perjalanan, optimalisasi fasilitas stasiun, serta berbagai inovasi yang berorientasi pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan.
"Ke depan kami akan terus menghadirkan layanan transportasi yang semakin andal dan berkualitas guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat serta memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi seluruh pelanggan," tandasnya. (bas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita