JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempercepat penataan kawasan Malioboro menuju Full Pedestrian yang ditargetkan berlaku penuh pada akhir November 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memasang 20 tiang portal di 13 ruas jalan sirip Malioboro dengan anggaran sekitar Rp 230 juta untuk memperketat akses masuk kendaraan bermotor ke koridor utama.
Pemasangan portal telah dimulai sejak Juni 2026 sebagai pengganti pagar pengaman yang selama ini banyak mengalami kerusakan.
"Ada 13 ruas jalan yang akan dipasang portal. Tujuannya untuk mendukung penerapan kawasan Malioboro Full Pedestrian sekaligus memperkuat pengaturan akses kendaraan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DIY Chrestina Erni Widyastuti, Minggu (5/7/2026)
Sebanyak 20 portal akan dipasang di jalan-jalan sirip yang menjadi akses langsung menuju koridor Malioboro. Rinciannya meliputi Jalan Abu Bakar Ali satu unit, Jalan Sosrowijayan dua unit, Jalan Perwakilan dua unit, Jalan Sosrokusuman satu unit, Jalan Dagen dua unit, Jalan Pajeksan dua unit, Jalan Suryatmajan dua unit, Jalan Ketandan Kulon satu unit, Jalan Beskalan satu unit, Jalan Remujung satu unit, Jalan Pabringan dua unit, Jalan Reksobayan Selatan dua unit, serta Jalan Sosromenduran satu unit.
Baca Juga: Tak Hanya untuk Tempat Ibadah, Perajin Kaca Patri di Sleman Juga Bisa Bikin Berbagai Jenis Ornamen
Menurut Chrestina, pembangunan portal tersebut menelan anggaran sekitar Rp 230 juta yang bersumber dari Dinas Perhubungan DIY. Ia menjelaskan, keberadaan portal bukan untuk menutup akses secara permanen, melainkan menjadi bagian dari sistem manajemen akses dengan mekanisme buka-tutup sesuai jadwal operasional kawasan pedestrian.
"Portal akan dibuka untuk kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, maupun kendaraan pelayanan publik. Selain itu juga disiapkan waktu khusus untuk kegiatan bongkar muat barang dagangan, umumnya pada malam hingga pagi hari sebelum pukul 09.00," jelasnya.
Ia menyebut, pemasangan portal diharapkan mampu menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih kerap menerobos masuk ke kawasan Malioboro saat jam bebas kendaraan bermotor diberlakukan.
Dengan demikian, keamanan dan kenyamanan pejalan kaki dapat lebih terjamin. Selain meningkatkan ketertiban lalu lintas, kata dia, kebijakan tersebut juga diharapkan mendorong penggunaan moda transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro, termasuk becak listrik.
Chrestina mengakui kebijakan tersebut memunculkan kekhawatiran dari sebagian pelaku usaha terkait pembatasan akses logistik. Namun, berdasarkan berbagai pengalaman di kawasan wisata dunia, kawasan pedestrian yang tertata justru mampu meningkatkan lama kunjungan wisatawan sehingga berpotensi berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi.
"Sebagai bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta, Malioboro bukan sekadar jalan, tetapi ruang budaya, ruang interaksi, sekaligus wajah Yogyakarta di mata dunia. Karena itu, setiap kebijakan berlandaskan semangat Hamemayu Hayuning Bawana, menjaga keseimbangan antara budaya, lingkungan, dan kemanfaatan bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan penataan sirip-sirip jalan menjadi bagian penting dalam penerapan kawasan Low Emission Zone (LEZ) di Malioboro. Menurutnya, konsep tersebut merupakan upaya menjaga keseimbangan antara pengembangan transportasi, pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi, dan kualitas lingkungan.
Baca Juga: Petani di Ngablak Sikapi Harga Anjlok saat Panen Raya, Tak Dijual Segar, Olah Sawi Jadi Kraukk!!
"Sejak Juni kemarin desain penataan sirip-sirip jalan sudah kami siapkan, termasuk pemasangan portal di masing-masing akses. Harapannya masyarakat mengetahui kapan akses dibuka dan kapan ditutup sesuai jam pedestrian," ujarnya.
Made menambahkan, selama ini pelanggaran masih sering terjadi karena kendaraan dapat memasuki kawasan Malioboro melalui jalan-jalan sirip tanpa terpantau petugas. "Permasalahan utamanya ada di sirip-sirip jalan. Kendaraan masuk dari Jalan Bhayangkara atau Mataram kemudian menembus Malioboro saat jam pedestrian. Itu yang sedang kami tata," tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.