Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

PHRI DIY Sebut Gunungkidul Jadi Primadona Baru bagi Wisatawan, Okupansi Meningkat 15 Persen

Fahmi Fahriza • Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:39 WIB
PUSAT KOTA: Para wisatawan mengunjungi Jalan Malioboro di wilayah tengah DIY. Namun kini, ada pergeseran tren pemilihan hotel yang tak hanya berpusat di tengah kota. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
PUSAT KOTA: Para wisatawan mengunjungi Jalan Malioboro di wilayah tengah DIY. Namun kini, ada pergeseran tren pemilihan hotel yang tak hanya berpusat di tengah kota. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 JOGJA - Libur sekolah tahun ini menghadirkan tren baru di sektor pariwisata DIY. Jika selama ini wisatawan lebih banyak menginap di kawasan Malioboro dan pusat Kota Jogja, kini Gunungkidul mulai menjadi pilihan favorit.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menjelaskan, kawasan Malioboro dan pusat Kota Jogja secara statistik masih menjadi tujuan utama wisatawan. Namun pada libur sekolah kali ini, PHRI melihat adanya perubahan pola perjalanan wisata. Yakni semakin banyak wisatawan memilih menginap di Gunungkidul.

Baca Juga: Korban Sodomi di Kelurahan Sorosutan Jogja Alami Dampak Psikis, Keluarga Desak Transparansi dan Keadilan Proses Hukum

Berdasarkan data anggota PHRI, tingkat okupansi hotel pada periode 17-25 Juni 2026 telah mencapai rata-rata 70 persen. Sementara itu, reservasi kamar untuk periode 26 Juni hingga 14 Juli sudah berada di kisaran 40-50 persen dan diperkirakan masih akan terus bertambah. “ Banyak yang memilih ke Gunungkidul untuk stay-nya," ujarnya.

Ia menyebut tren tersebut sudah mulai terlihat pada musim liburan sebelumnya. Namun semakin menguat pada libur sekolah tahun ini. Bahkan, tingkat hunian akomodasi di Gunungkidul diperkirakan meningkat sekitar 15 persen.

Baca Juga: Oldies: Bukan Sekadar Hiasan, Kaca Patri Gereja Katolik Simpan Makna Iman dan Kisah Kitab Suci

"Kalau kami dari PHRI malah senang karena ada pemerataan. Tidak berpusat di Kota Jogja maupun di Sleman, tapi bisa menyebar," ungkapnya.

Deddy berharap, tren tersebut dapat menjadi pemicu pemerataan sektor pariwisata di DIY. Ia mendorong pemerintah daerah, khususnya di Kulon Progo dan Bantul, untuk terus mengembangkan destinasi wisata baru serta menarik investasi agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan lokasi untuk berkunjung dan menginap.

Fenomena tersebut juga dirasakan wisatawan yang saat ini tengah menghabiskan liburan sekolah di Jogja. Salah satunya Nizar Abdillah, warga Magetan, Jawa Timur yang datang bersama istri dan anaknya.

Baca Juga: Polresta Jogja Tetapkan 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Pengasuh hingga Satpam 

"Kebetulan sekarang sudah libur sekolah, dan memang sejak beberapa bulan lalu kami rencanakan liburan ke Jogja," ujar Nizar.

Baginya, Jogja bukan destinasi yang asing. Ia pernah menempuh pendidikan di Kota Gudeg sehingga sudah mengenal berbagai destinasi wisata maupun suasana kota. "Saya dulu kuliah di Jogja, jadi sudah cukup familiar dengan kota ini. Ini juga sudah yang kedua kalinya saya ajak keluarga berlibur ke Jogja," katanya.

 

Selain mengunjungi berbagai destinasi wisata, Nizar juga memanfaatkan momen liburan untuk menikmati agenda seni dan hiburan yang sedang berlangsung di Jogja. "Rencana datang ke ArtJog. Selain itu, kami juga ingin menikmati beberapa agenda lain," tuturnya. (iza/eno)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #libur sekolah #phri diy #Gunungkidul #okupansi