Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Try Out Malioboro Pedestrian Dilakukan, Pemkot Jogja Temukan Persoalan di Sirip-Sirip saat Hari Kerja

Iwan Nurwanto • Jumat, 3 Juli 2026 | 20:15 WIB
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat libur sekolah di Kota Jogja, Jumat (3/7/2026). Pemkot Jogja masih terus mematangkan penerapan konsep Malioboro Full Pedestrian karena masih menemukan sejumlah persoalan. Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja masih mematangkan penerapan full pedestrian di kawasan Malioboro. Hal ini karena masih ada sejumlah persoalan yang terjadi berdasarkan dari serangkaian uji coba.

Salah satunya di sirip-sirip Malioboro, masih ditemui kendaraan melintas pada hari kerja untuk masuk kawasan pembatasan kendaraan. 

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, perubahan Malioboro menjadi kawasan full pedestrian tidak bisa dilakukan dalam satu waktu. Harus ada serangkaian uji coba untuk memetakan berbagai dampaknya.

Baca Juga: PSS Sleman Umumkan Perpisahan dengan Nuri Fasya

Dalam penerapan full pedestrian pada hari Sabtu-Minggu dari pukul 05.00 hingga 09.00, tidak terdapat masalah. Namun berbeda kondisi ketika pembatasan kendaraan dilakukan pada hari kerja.

“Ternyata kalau hari Jumat, Kamis, Rabu, pagi hari masih ada orang menggunakan sirip-sirip masuk ke Malioboro untuk mengantar anak sekolah, kayak gitu,” ujar Hasto kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Hasto menyatakan, persoalan yang muncul itu akan diselesaikan. Sebab kunci keberhasilan pedestrian Malioboro terletak pada manajemen lalu lintas di jalan-jalan penyangga.

Baca Juga: Tak Mau Campuri Ranah Teknis Pelatih, Dirut PSIM Jogja Yuliana Tasno Andalkan Profesionalisme Tim Kepelatihan

Hasto mengaku sudah turun langsung berjalan kaki untuk menelusuri empat sirip jalan di bagian utara Malioboro. Guna melihat anatomi wilayah secara mendetail.

Hasilnya, tidak semua sirip diberlakukan satu arah karena sebagian belum memiliki ruang yang cukup untuk putar balik.

Oleh karena itu, kebijakan menuju kawasan Malioboro full pedestrian harus dihitung secara presisi. Supaya tidak mematikan aktivitas warga lokal yang menetap di dalam kawasan tersebut.

Lebih lanjut, pemkot terus berkoordinasi dengan Pemprov DIY soal pemasangan portal pada sirip-sirip. Secara prinsip, portal tersebut nantinya dapat dibuka tutup sesuai jadwal uji coba.

Baca Juga: Van Gastel Ungkap Alasan Betah di Indonesia, dari Pekerjaan hingga Pesona Asia

“Yang jelas kan Malioboro full pedestrian itu kita cicil terus gitu ya, dengan tahapan-tahapan. Sekaligus try out, dalam arti ketika diuji coba,” bebernya.

Sebelumnya, Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menargetkan, kawasan full pedestrian dimulai pada November 2026. Sejak Juni lalu, desain pemasangan portal di jalan-jalan sirip telah disiapkan sebagai bagian dari penataan akses kendaraan.

“Sirip-sirip jalan akan dipasang portal agar masyarakat memahami mana akses yang dibuka dan ditutup saat jam pedestrian," terangnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#full pedestrian #try out #uji coba #Pemkot Jogja #Malioboro