JOGJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara terbuka mengaku datang ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memohon dukungan Gubernur DIY, Hamengku Buwono X.
Dukungan tersebut dibutuhkan guna menyukseskan sejumlah program nasional, salah satunya gerakan nasional ruang aman dan nyaman bagi anak yang akan diluncurkan bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Pratikno mengatakan, DIY memiliki banyak praktik baik dalam bidang pendidikan maupun perlindungan anak sehingga layak menjadi daerah pionir pelaksanaan program tersebut.
Menurut Pratikno, menjelang penerimaan peserta didik baru, pemerintah pusat menggulirkan gerakan nasional ruang aman dan nyaman untuk anak.
Program tersebut bertujuan memastikan setiap anak memperoleh rasa aman dan nyaman, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah, ruang publik hingga ruang digital.
Baca Juga: Belum Punya Fasilitas TPS3R, Sampah Dibakar Bukan Karena Warga Tak Peduli, Tapi Tak Ada Pilihan Lain
"Ini kami di memohon bantuan ke Ngarso Dalem Gubernur DIY Hamengku Buwono X karena kami ada beberapa program nasional," ujarnya usai bertemu Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Jumat (3/7/2026).
Ia menilai, DIY memiliki modal kuat untuk menjadi pelopor karena selama ini dikenal sebagai kota pendidikan yang telah melahirkan berbagai inovasi.
Selain membahas perlindungan anak, pertemuan dengan Hamengku Buwono X juga dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai penguatan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Pratikno mengungkapkan, salah satu program yang tengah disiapkan Kemenko PMK adalah pengembangan pendidikan bahasa isyarat. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anak tuli, tetapi juga anak dengar agar komunikasi antar keduanya dapat terjalin dengan lebih baik.
"Kami punya program pendidikan bahasa isyarat. Ini bukan hanya ditujukan bagi anak tuli, tetapi juga anak dengar. Komunikasi harus terjadi antara anak tuli dan anak dengar," jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Hamengku Buwono X juga menyampaikan harapannya agar pelatihan bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja semakin diperkuat.
Masukan tersebut, kata Pratikno, sejalan dengan komitmen pemerintah agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan maupun pekerjaan.
"Ngarso Dalem menyampaikan keinginan agar pelatihan bagi penyandang disabilitas untuk mengakses lapangan pekerjaan diperkuat. Prioritas kami di Kemenko PMK tidak ada yang tertinggal, baik untuk akses pendidikan maupun pekerjaan," ujarnya.
Pratikno menambahkan, gerakan nasional ruang aman dan nyaman akan mulai diluncurkan pada 12 Juli oleh Kementerian Agama dan dilanjutkan pada 13 Juli oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program tersebut, kata dia, akan diisi dengan edukasi kepada siswa, orang tua, dan guru, disertai penguatan infrastruktur perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan memastikan tersedianya mekanisme pengaduan yang mudah diakses apabila ditemukan indikasi kekerasan terhadap anak. Setiap laporan, kata dia, akan direspons secara cepat oleh pemerintah.
"Tahun ajaran baru ini kami manfaatkan sebaik mungkin. Aman dan nyaman bukan hanya di sekolah, tetapi juga di ruang keluarga, ruang publik dan ruang digital. Ruang digital juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental anak," tandasnya. (bas)
Editor : Bahana.