Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ambrol sejak Awal Tahun, Warga Patangpuluhan Jogja  Berharap Perbaikan Segera Talut Sungai Winongo 

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 2 Juli 2026 | 21:18 WIB
 BERBAHAYA: Sejumlah warga RW 07 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja menunjukkan lokasi talut ambrol di bantaran Sungai Winongo, Rabu (1/7). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
 BERBAHAYA: Sejumlah warga RW 07 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja menunjukkan lokasi talut ambrol di bantaran Sungai Winongo, Rabu (1/7). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Warga RW 07 Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja mendesak perbaikan segera terhadap talut sungai yang ambrol.

Pasalnya, infrastruktur pengaman bantaran Sungai Winongo itu belum dilakukan perbaikan sejak awal tahun lalu.

Salah seorang warga Herwulan mengatakan, ambrolnya talut sungai di wilayahnya terjadi sejak Januari 2026.

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Kembali Aktif, Sebut Cuti untuk Cek Kesehatan Enam Bulan Sekali

Kondisi itu membuat masyarakat khawatir karena lokasi talut bersebelahan dengan unit usaha Kelompok Tani Winongo Asri yang selama ini menjadi sumber pendapatan sebagian warga.

Wulan, sapaannya mengaku, sudah melaporkan kondisi itu kepada pemerintah kota (pemkot) pasca talut ambrol. Dia berharap kerusakan itu dapat segera ditangani.

Supaya kegiatan usaha kelompok tani yang bergerak di bidang produksi sayuran dan peternakan ayam petelur dapat kembali optimal.

Baca Juga: Lombakan 18 Inorga Anggota KORMI, 1.085 Pegiat Semarakkan Forda DIY

"Kami inginnya segera diperbaiki, karena berbahaya sekali kalau dibiarkan,” ujar Wulan yang merupakan Sekretaris Kelompok Tani Winongo Asri, Rabu (1/7).

Warga lain, Nita Riyandini juga menyampaikan harapan yang sama. Lantaran dengan kerusakan talut di area pekarangan Kelompok Tani Winongo Asri juga membuat aktivitas wisata tersendat.

Menurutnya, pekarangan milik kelompok tani selama ini sering menjadi jujukan bagi anak-anak sekolah dan pegiat tani dari berbagai daerah untuk belajar tentang model pertanian perkotaan.

Akibat kerusakan talut, pengurus terpaksa menutup sementara kunjungan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami khawatir kalau ada pengunjung lewat malah jatuh ke sungai,” kata Nita.

Baca Juga: Tak Mau Pasang Target Terlalu Muluk, Kim Jeffrey Pilih PSS Sleman agar Fokus Step By Step

Dikonfirmasi terkait permasalahan ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Rahmawan Kurniadi menyatakan, pihaknya sudah merencanakan perbaikan pada tahun ini.

Bahkan perbaikannya juga sudah direncanakan sejak tahun lalu karena menjadi salah satu titik rawan.

Baca Juga: Seluruh Lurah di Depok Sleman Terjerat Korupsi TKD, Pengawasan di Wilayah Potensial Diperketat

Menurut Rahmawan, usia talut sungai di RW 07 Patangpuluhan juga sudah cukup tua dan menggunakan material yang masih berupa pasangan batu kali.

Sehingga relatif lebih mudah lepas jika terkena paparan cuaca hujan dan panas, serta ambles jika digerus arus sungai. 

“Mungkin minggu depan sudah kami sosialisasi (terkait perbaikan talut), jelasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Talut Ambrol #DPUPKP Kota Jogja #pemkot #sungai winongo #Wirobrajan