JOGJA - Skor tingkat kegemaran membaca (TKM) di Kota Jogja merosot. Berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional (Perpusnas), skor saat ini berada di angka 75. Turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 100.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Afia Rosdiana berdalih, penurunan skor TKM karena perubahan instrumen penilaian dari Perpusnas.
Berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional (Peraperpusnas) Nomor 9 Tahun 2025 aspek penilaian saat ini mencakup tiga poin. Yakni pra-membaca, saat membaca, dan pasca-membaca.
“Kalau dulu pertanyaannya hanya seputar berapa kali jam membaca, sekarang terdapat pertanyaan tambahan, seperti apakah setelah membaca masyarakat mencatat hasil bacaannya atau tidak,” ujar Afia saat ditemui di Balai Kota, Senin (29/6/2026).
Meski mengalami penurunan skor TKM, Afia mengklaim antusiasme masyarakat untuk membaca tetap tinggi berdasarkan data kunjungan di perpustakaan. Dia mencatat kunjungan perpustakaan di Kotabaru dan Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Kota Jogja (Pevita) di Mantrijeron mencapai rata-rata 500 orang per hari.
Kemudian kunjungan perpustakaan digital juga diklaim menyentuh angka 300 peminjam per hari.
“Secara kunjungan perpustakaan, baik fisik maupun digital, ada peningkatan,” sebut Afia.
Menurunnya skor TKM di Kota Jogja menjadi sorotan legislatif. Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini menegaskan harus ada upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dewan mendorong pengembangan layanan perpustakaan dan kearsipan.
Misalnya peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan, memperkuat budaya literasi, serta menjaga keberlanjutan warisan sejarah daerah melalui pelestarian arsip dan naskah kuno. Darini juga mendorong optimalisasi perpustakaan berbasis kelurahan.
“Pengembangan 20 perpustakaan kelurahan yang didukung perpustakaan nasional harapannya menjadi perpustakaan berbasis teknologi sosial,” pesan politisi PDI Perjuangan ini. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita