Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waduh, Skor Tingkat Kegemaran Membaca di Kota Jogja Turun dari 100 Jadi 75: Klaim Ada Perubahan Instrumen  

Iwan Nurwanto • Senin, 29 Juni 2026 | 20:10 WIB
BUTUH PENGEMBANGAN: Pengunjung membaca koleksi buku di Perpustakaan Kota Jogja, Senin (29/6/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BUTUH PENGEMBANGAN: Pengunjung membaca koleksi buku di Perpustakaan Kota Jogja, Senin (29/6/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Skor tingkat kegemaran membaca (TKM) di Kota Jogja merosot. Berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional (Perpusnas), skor saat ini berada di angka 75. Turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 100.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Afia Rosdiana berdalih, penurunan skor TKM karena perubahan instrumen penilaian dari Perpusnas.

Berdasarkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional (Peraperpusnas) Nomor 9 Tahun 2025 aspek penilaian saat ini mencakup tiga poin. Yakni pra-membaca, saat membaca, dan pasca-membaca.

Baca Juga: Masuki Masa Pensiun, Empat Jabatan Eselon II Kosong Juli Ini: Pemkot Jogja Targetkan Pengisian Paling Cepat Agustus

“Kalau dulu pertanyaannya hanya seputar berapa kali jam membaca, sekarang terdapat pertanyaan tambahan, seperti apakah setelah membaca masyarakat mencatat hasil bacaannya atau tidak,” ujar Afia saat ditemui di Balai Kota, Senin (29/6/2026).

Meski mengalami penurunan skor TKM, Afia mengklaim antusiasme masyarakat untuk membaca tetap tinggi berdasarkan data kunjungan di perpustakaan. Dia mencatat kunjungan perpustakaan di Kotabaru dan Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan Kota Jogja (Pevita) di Mantrijeron mencapai rata-rata 500 orang per hari.

Kemudian kunjungan perpustakaan digital juga diklaim menyentuh angka 300 peminjam per hari. 

Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, Menteri Wihaji Sebut Beban Pengasuhan Jangan Hanya di Pundak Ibu, Ayah Wajib Hadir

“Secara kunjungan perpustakaan, baik fisik maupun digital, ada peningkatan,” sebut Afia.

Menurunnya skor TKM di Kota Jogja menjadi sorotan legislatif. Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Darini menegaskan harus ada upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dewan mendorong  pengembangan layanan perpustakaan dan kearsipan.

Misalnya peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan, memperkuat budaya literasi, serta menjaga keberlanjutan warisan sejarah daerah melalui pelestarian arsip dan naskah kuno. Darini juga mendorong optimalisasi perpustakaan berbasis kelurahan.

“Pengembangan 20 perpustakaan kelurahan yang didukung perpustakaan nasional harapannya menjadi perpustakaan berbasis teknologi sosial,” pesan politisi PDI Perjuangan ini. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bahan bacaan #Perpusnas #Merosot #Tingkat Kegemaran Membaca #literasi masyarakat