Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Dunia Kerja, Hasto Wardoyo Minta Mahasiswa Tingkatkan Soft Sklill dan Hard Skill 

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 28 Juni 2026 | 21:15 WIB
PEMAPARAN: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menjadi narasumber dalam acara Seminar Career Development di UMY, Sabtu (27/6/2026). Humas Pemkot Jogja
PEMAPARAN: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menjadi narasumber dalam acara Seminar Career Development di UMY, Sabtu (27/6/2026). Humas Pemkot Jogja

JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengajak generasi muda meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill secara seimbang sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Penguasaan kompetensi dan karakter dinilai harus berjalan beriringan agar mampu meraih kesuksesan karir serta mencapai kemandirian finansial di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Hasto saat menjadi narasumber dalam Seminar Career Development di Gedung AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa yang antusias menyimak berbagai pengalaman dan motivasi yang disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Jogja tersebut.

Baca Juga: Safety Riding Advisor Community Competition Regional Sukses Digelar, Astra Motor Lahirkan Bibit Pelopor Keselamatan Berkendara

Hasto mengatakan, seseorang yang hanya unggul dalam salah satu aspek akan mengalami kesulitan ketika memasuki dunia profesional.

"Soft skill dan hard skill harus berjalan beriringan. Kalau hanya bagus salah satunya tidak akan maksimal,” katanya di sela acara.

Hasto mencontohkan, ketika soft skill bagus tetapi tidak didukung hard skill yang baik, maka akan sulit bersaing. Begitu juga sebaliknya. “Hard skill yang hebat tetapi tidak mampu berkomunikasi, bekerja sama, atau membangun relasi juga akan menjadi kendala dalam dunia kerja," ujarnya.

Baca Juga: Wah, Pengamen Liar Masih Marak di Malioboro: Didatangi Tiap Lima Belas Menit, Wisatawan Merasa Terganggu

Menurutnya, perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, sehingga mahasiswa harus memiliki kemauan untuk belajar sepanjang hayat agar tidak tertinggal.

Selain meningkatkan kompetensi, Hasto juga mengingatkan pentingnya membangun karakter sebagai modal utama menjadi pemimpin di masa depan. Dia menyebut, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar merupakan nilai-nilai yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani karier.

Baca Juga: Wah, Pengamen Liar Masih Marak di Malioboro: Didatangi Tiap Lima Belas Menit, Wisatawan Merasa Terganggu

Tak hanya itu, mahasiswa diminta berani menciptakan berbagai inovasi. Generasi muda harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.

"Sebagai anak muda jangan pernah berhenti berinovasi. Teruslah menciptakan sesuatu yang baru, memberikan solusi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga memberikan pandangan mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak usia muda.

Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan usia produktif dengan bekerja keras, membangun kompetensi, serta mulai mempersiapkan sumber pendapatan jangka panjang.

Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan ke Ketep Pass Magelang, Pengunjung Tembus 2.000 Per Hari

Sebab, masa sebelum usia 40 tahun merupakan periode terbaik untuk bekerja keras dan mengembangkan berbagai peluang usaha maupun investasi sehingga di masa depan dapat menikmati hasil dari kerja keras tersebut.

"Sebelum usia 40 tahun, bekerja-lah sekeras mungkin. Bangun kemampuan, bangun karir, bangun usaha. Tujuannya agar ketika memasuki usia yang lebih matang kita sudah memiliki passive income dan tidak lagi hanya bergantung pada penghasilan aktif," ungkapnya.

Sehingga, kebebasan finansial merupakan salah satu target yang perlu dipersiapkan sejak muda.

"Kalau umur 50 tahun belum bebas finansial, berarti ada yang perlu dievaluasi dalam perjalanan hidup kita," katanya, yang disambut antusias para peserta seminar.

Baca Juga: Mulai Pelatkab Lebih Awal, Kontingen Sleman Bidik Juara Lima Kali Berturut-turut di Porda 2027

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Muhammad Faris Al-Fadhat mengatakan, seminar ini menjadi kegiatan yang sangat strategis bagi mahasiswa UMY dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menyiapkan calon-calon pemimpin di berbagai bidang, baik profesional, akademik, maupun pemerintahan.

"Kegiatan ini sangat strategis karena kami ingin mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pemimpin masa depan, baik di dunia profesional, akademik, maupun pemerintahan. Mereka perlu mendapatkan wawasan langsung dari tokoh yang memiliki pengalaman nyata dalam memimpin," ujarnya.

Baca Juga: UKT Tak Sesuai Penghasilan Orang Tua, Mahasiswa Baru Ramai-Ramai Ajukan Banding, Kampus Hanya Lihat Aspek Fisk, Bukan Kondisi Riil

Kehadiran wali kota ini sebagai narasumber dipilih karena rekam jejak dan pengalaman kepemimpinan Hasto Wardoyo dinilai mampu memberikan inspirasi bagi mahasiswa.

"Sepak terjang beliau selama memimpin dan pengalaman yang dimiliki menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi mahasiswa. Kami berharap para mahasiswa UMY memperoleh banyak insight, motivasi, dan pelajaran yang dapat menjadi bekal dalam membangun karir serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa mendatang," tuturnya. (wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#soft skill #hasto wardoyo #Hard Skill #generasi muda #Dunia Kerja