JOGJA – BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di pesisir selatan dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter akibat pola angin timuran.
Nelayan dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi cuaca dan iklim terkini.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer telah terdeteksi pola angin timuran. Fenomena tersebut mendominasi sebagian besar Pulau Jawa dan membuat cuaca di perairan kurang bersahabat.
Dalam tiga hari terakhir ini, laut masuk terpantau dalam kategori tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.
“Kami mengimbau agar nelayan dan pelaku aktivitas kelautan selalu memperhatikan prakiraan cuaca maritim,” ujar Feri dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).
Selain mewaspadai gelombang tinggi, BMKG juga meminta agar masyarakat mewaspadai suhu panas selama musim kemarau. Maksimal mencapai kisaran 35-36 derajat Celcius.
Feri menyebut, upaya antisipasi kondisi cuaca panas pada siang hari bisa dilakukan dengan menjaga kecukupan asupan cairan tubuh. Serta membatasi kegiatan luar ruangan yang tidak diperlukan agar tidak terkena dehidrasi.
Baca Juga: Layang-Layang Naga Raksasa hingga Tokoh Pahlawan Warnai Langit Kebonagung
Meski cuaca panas cukup mengancam, sejumlah wilayah seperti di Sleman bagian utara, Gunungkidul bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara masih berpotensi hujan.
Sebab profil kelembaban udara terpantau berada di kisaran 50-90 persen yang memungkinkan potensi pertumbuhan awan hujan.
“Tetap pantau informasi cuaca dan iklim terkini dari BMKG,” pesannya.
Secara terpisah, Ketua Tim Kerja Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja Intan Dewani mengungkapkan, di musim kemarau partikel debu halus akan meningkat. Karena dipengaruhi kondisi iklim yang semakin kering.
Baca Juga: 308 Atlet Ikuti Kejurkab Forki Sleman, Diharapkan Dapat Menumbuhkan Atlet-Atlet Baru
Intan mengingatkan, semakin tingginya kandungan partikel debu halus maka pencemaran udara akan naik. Apalagi di tengah musim liburan yang meningkatkan aktivitas kendaraan berbahan fosil.
“Ketika (aktivitas) transportasi meningkat, polusi cenderung tinggi,” jelasnya.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu berpesan kepada masyarakat agar melakukan langkah pencegahan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Karena musim kemarau meningkatkan potensi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui udara.
“Penting menghindari orang yang sakit dan selalu memakai masker,” pesannya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita