Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gempa Magnitudo 5,6 Berpusat di Tenggara Pacitan, BMKG Sebut Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Bumi

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:58 WIB
Gempa bumi berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2027).
Gempa bumi berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2027).

 

RADAR JOGJA- Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Gempa yang terjadi sekitar pukul 14.47 WIB terasa cukup kencang di wilayah DIY dan sekitarnya.

"Gempa cukup kencang, bikin panik," ungkap Alia Putri, di Maguwoharjo, Depok, Sleman, Sabtu (27/6/2026).

Alya merasa, getaran gempa terasa kuat saat ia duduk di kosnya. Lalu ia dan sejumlah eman kosnya berlari keluar.

Baca Juga: Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Marcelo Bielsa: Saya Tidak Meninggalkan Apapun

"Ternyata di gang kos, sudah banyak orang teriak gempa," ungkapnya.

Gempa terasa cukup kencang di Kota Jogja. 

"Iya terasa, kemarin habis baca Venezuela dilanda gempa kembar, terus di California dan Jepang ada gempa, jadi parno aja, sekarang merasakan gempa," ungkap Linda di Jetis, Jogja.

Ia berharap keadaannya baik-baik saja. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, lokasi gempa berpusat di lokasi 8,96 derajat Lintang Selatan (LS), 111.16 derajat Bujur Timur (BT).

Baca Juga: Ukir Sejarah Baru, Masyarakat Diajak Pilih Langsung Logo HUT Ke-81 Republik Indonesia

Tepatnya di perairan 86 km Tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5.3  pada kedalaman 53 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9.05 derajat LS; 111.11 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 Km arah Tenggara Pacitan.

Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi Tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng bumi.

Baca Juga: Van Gastel Percaya Kolaborasi Dengan Staf Lokal, Komposisi Tim Kepelatihan PSIM Jogja Dipertahankan

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas: 

1.    III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.) di Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, Blitar.


2.    II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.) di  Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, Jember.

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. 

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#gempa #magnitudo #BMKG