Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ikut Banyak Grup WA PPDB Nonresmi Malah Bingung Sendiri, Dindikpora Kota Jogja Minta Ortu Tidak Mudah Percaya

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:22 WIB
MEMBELUDAK: Suasana posko SPMB di kantor Dindipora Kota Jogja yang dipenuhi oleh orang tua calon siswa, Selasa (23/6). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
MEMBELUDAK: Suasana posko SPMB di kantor Dindipora Kota Jogja yang dipenuhi oleh orang tua calon siswa, Selasa (23/6). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Posko Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Jogja dibanjiri masyarakat.

Setiap hari, ratusan orang tua calon peserta didik datang langsung untuk berkonsultasi dan mencari kejelasan terkait proses seleksi sekolah.

Anggota Tim Informasi PPDB Dindikpora Kota Jogja Abdul Mukti mengatakan, posko pelayanan rata-rata melayani di atas 200 orang tua setiap hari.

Baca Juga: Ketua DPD PAN Sleman Kaget Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata Tahun 2020

Mayoritas dari mereka datang karena kebingungan akibat informasi yang simpang siur. Terutama yang beredar luas di grup-grup WhatsApp (WA) nonresmi.

Abdul mengungkapkan, kehadiran grup WA nonresmi itu membuat banyak orang tua cemas karena informasi yang disampaikan terkadang kurang sesuai peraturan yang berlaku.

Dari beberapa konsultasi yang diterima pihaknya, ada beberapa orang tua yang bahkan mengikuti sampai lima grup SPMB. 

Selain itu, ada juga grup yang beranggotakan orang tua calon siswa yang menyampaikan aturan SPMB dari lintas kabupaten/kota. Padahal aturan regulasi di setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda.

Karena fenomena itu, dia meminta agar orang tua calon peserta didik datang langsung ke posko atau menelepon nomor resmi dinas agar mendapat informasi yang valid.

Abdul juga menegaskan Dindikpora Kota Jogja tidak pernah membuat grup WA apa pun. 

"Semakin banyak orang tua mengikuti grup-grup tidak resmi itu, justru akan semakin pusing karena informasinya tidak akurat.," ujar Abdul saat ditemui di posko, Selasa (23/6).

Selain meluruskan informasi yang simpang siur, Abdul menyatakan posko yang telah dibuka sejak satu bulan lalu itu juga melayani ratusan warga yang mengalami kendala teknis.

Seperti administrasi dokumen kependudukan dan data sekolah.

Baca Juga: Banyak Ancaman Siber, Diskominfo DIY Sebut Keamanan Data Jadi Prioritas, Sistem Rentan Langsung Ditutup

Abdul mengungkapkan, permasalahan yang mendominasi, di antaranya, proses pendataan bagi siswa yang memiliki Kartu Keluarga (KK) Kota Jogja namun bersekolah di luar kota, begitu juga sebaliknya. 

Selain itu, posko yang dibuka hingga 2 Juli 2026 itu juga melayani pengajuan penambahan nilai prestasi serta pembetulan kesalahan data pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Masyarakat yang datang ke posko juga kami ingatkan untuk mengantisipasi lonjakan kepadatan sistem (server) menjelang masa puncak pendaftaran yang diperkirakan terjadi pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026,” tambah Abdul.

Salah satu orang tua yang datang ke posko, Erni Nishi mengaku mengikuti salah satu grup SPMB 2026 yang diikuti ratusan orang tua siswa.

Menurutnya, sejumlah informasi yang disampaikan dalam grup WA itu cukup membantu karena memberikan informasi terkait prediksi nilai, alur pendaftaran, sampai imbaun untuk datang pagi-pagi ke sekolah.

Meski pada awalnya cukup membantu, Erni menyebut banyaknya informasi dan anggota yang saling berbalas pesan membuat informasi penting tertimbun dan justru membingungkan.

 Tidak hanya itu, sempat beredar kabar dalam grup yang diikuti adanya nama anak yang terdata ganda di beberapa wilayah sekaligus.

“Saya sendiri sempat bingung, anak saya kemarin jalur bibit unggul, besok pas daftar pakai akun yang sama atau bikin baru? Ternyata setelah dikonfirmasi, akunnya tetap sama," beber Erni.

Sementara orang tua lain, Rusmala Pancasari Dewi mengungkapkan dirinya sengaja datang ke posko setelah menerima informasi terkait pembuatan akun SPMB.

Baca Juga: Koordinasi dengan RT-Lurah, Hukuman Kerja Sosial Dijalani di Lingkungan Tempat Tinggal Pelaku

 Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) pembuatan akun untuk domisili daerah sebenarnya dijadwalkan pada 29 dan 30. Namun ada informasi dari grup WA akunnya sudah bisa dibuat sekarang.

Menurut penjelasan dari pihak dinas, Rusmala mendapat kejelasan pembuatan akun lebih awal memang diperbolehkan sebagai langkah antisipasi server down.

Meski akun sudah dibuat, pengajuan berkas tetap hanya bisa dilakukan pada 29-30 Juni 2026.

"Jadi kita itu hanya me-make sure-kan informasi sebenarnya. Aakhirnya kami bikin akun aja sekarang agar mempermudah besok,” ungkap Rusmala. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#PPDB #spmb #WA Group