JOGJA – Kampung Wisata Sayidan terus berupaya mengembangkan potensi wisata berbasis sejarah dan budaya. Namun, pengelolanya berharap dukungan lebih besar dari Pemerintah Kota Jogja. Terutama dalam bentuk pendanaan, promosi, dan dukungan event untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Ketua Kampung Wisata Sayidan Diajeng Endah Pramita Wardani mengatakan, dukungan yang diharapkan pihaknya utamanya adalah pendanaan agar kampung wisata yang dikelolanya bisa menjadi mandiri. Lalu ketika sudah cukup eksis dan mulai ada daya tarik, maka bantuan yang diinginkan adalah promosi dari pemerintah.
Baca Juga: Job Fair Kulon Progo Justru Diminati Pencaker Luar Daerah, Bupati Kulon Progo Beberkan Alasannya
Selain dua aspek itu, Diajeng menyebut bahwa dukungan event yang diselenggarakan di tingkat kampung juga diperlukan. Supaya Kampung Wisata Sayidan yang terletak di Kemantren Gondomanan itu bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Menurutnya, Kampung Wisata Sayidan sudah memiliki berbagai potensi. Misalnya konsep wisata walking tour yang mengajak wisatawan untuk menelusuri destinasi sejarah dan budaya. Kemudian juga memiliki sentra kain tradisional ringkel dan homestay di pusat kota.
“Ketika kami sudah ada gebrakan dari kampung, mohon respons yang baik dari dinas,” ujar Diajeng saat ditemui Minggu (21/6).
Baca Juga: Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Tidak Ditahan, Wajib Lapor Seminggu Sekali
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengaku, pihaknya telah fokus menggenjot peran kampung wisata untuk menyerap wisatawan. Menurutnya, dari total 46 kampung wisata ada 18 di antaranya yang telah masuk sebagai destinasi unggulan.
Daning mengungkapkan, dinas juga rutin menggelar bimbingan teknis di kampung wisata. Materi yang diberikan berupa pengembangan bagi pengelola supaya bisa memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan.
Perihal dukungan promosi, dia mengaku sudah memaksimalkan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) untuk mengenalkan paket-paket wisata yang dikelola warga. Melalui upaya tersebut diharapkan kampung wisata bisa semakin berkembang dan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton.
"Sekarang mau tidak mau, siap tidak siap, promosi harus melalui digital,” tegas Daning. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita