Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Kangen TBY 2026 Resmi Dibuka, 300 Tenant Ramaikan Nostalgia dan Ekonomi Rakyat

Fahmi Fahriza • Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB
Suasana pembukaan Pasar Kangen Jogja 2026 yang mengusung tema "Ana Upaya Ana Upa" di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin (22/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Suasana pembukaan Pasar Kangen Jogja 2026 yang mengusung tema "Ana Upaya Ana Upa" di kompleks Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin (22/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 2026 resmi dibuka, Senin (22/6/2026). Selama sepekan ke depan, ratusan pelaku UMKM, seniman, dan komunitas budaya akan memadati kawasan TBY melalui beragam sajian kuliner tradisional, kerajinan, barang antik, hingga pertunjukan seni.


Tahun ini Pasar Kangen mengusung tema Ono Upoyo Ono Upo. Sebanyak 300 tenant terlibat, terdiri atas 165 tenant kuliner serta 135 tenant kerajinan, barang antik, dan jasa. Mereka terpilih melalui proses kurasi dari total 687 pendaftar.

Baca Juga: Ratusan Ribu Usaha di DIY Mulai Didata, BPS Genjot Sensus Ekonomi 2026 dan Perkuat Kolaborasi demi Akurasi Data


Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X mengatakan, Pasar Kangen bukan sekadar menghadirkan kembali benda-benda masa lalu. Tetapi penting untuk menjadi ruang merefleksikan nilai-nilai yang pernah hidup di tengah masyarakat.


"Di Pasar Kangen ini mari perluas kerinduan kita ke masa lalu bukan semata pada benda-benda lawasnya. Tapi juga menyentuh aspek nilai-nilai yang pernah hidup di dalamnya, seperti kedekatan, kesederhanaan, gotong royong, dan rasa kebersamaan," ujarnya saat pembukaan.

Baca Juga: Kejari Sleman Dalami Penyelewengan Dana Kalurahan Bangunkerto


Menurutnya, masyarakat membutuhkan kemampuan untuk bergerak maju tanpa kehilangan akar budayanya. "Karena itu, esensi Pasar Kangen bukan untuk kembali ke masa lalu, melainkan belajar dari pengalaman masa lalu untuk menghadapi kehidupan hari ini," ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Dian Lakshmi Pratiwi menuturkan, adanya Pasar Kangen tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ruang nostalgia, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.

Baca Juga: Mahasiswa Muhammadiyah Gelar Tapa Pepe di Titik Nol Jogja, Tuntut Evaluasi MBG, KDMP, dan Hentikan Militerisasi di Ruang Sipil


"Pasar Kangen TBY ini ruang di mana kita merayakan kekayaan warisan budaya, kuliner, kerajinan, barang antik, kesenian dan tradisi lokal. Jadi tidak sekadar jadi media nostalgia, tapi juga sarana edukasi, pelestarian, dan regenerasi nilai-nilai kearifan lokal," katanya.


Selain aktivitas jual beli, kegiatan yang berlangsung hingga 28 Juni mendatang itu juga dimeriahkan panggung seni yang melibatkan 19 grup kesenian dengan sekitar 380 pelaku seni.  "Berbagai pertunjukan, mulai dari musik tradisional, tari, ketoprak hingga wayang kulit dijadwalkan tampil setiap hari," bebernya.

Baca Juga: Jaga Listrik Tetap Menyala, Kisah Rejo Handoyo Teknisi PLTMH Kedungrong Kulon Progo


Di antara ratusan tenant yang berpartisipasi, Doni, penjual apem dan kue cucur asal kawasan Pasar Ngasem menjadi salah satu peserta yang telah mengikuti Pasar Kangen selama hampir dua dekade.


Ia mengaku rutin mengikuti Pasar Kangen sejak 2007 dan tidak pernah absen meski lokasi penyelenggaraan beberapa kali berpindah. "Kita jaga makanan tradisional, terutama untuk rasa. Biar anak muda itu tahu makanan tradisional, enggak cuma makan kekinian," ujarnya.


Menurut Doni, minat generasi muda terhadap makanan tradisional mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu juga terlihat dari banyaknya pengunjung muda yang datang ke lapaknya untuk mencicipi apem maupun kue cucur.

Baca Juga: SPMB Hari Pertama di SMPN 6 Jogja, Ortu Calon Siswa Masih Kebingungan karena Gaptek


"Sudah senang banget kalau anak muda mau coba makanan tradisional. Oh ini toh namanya apem, oh rasanya gini. Oh ini cucur, oh rasanya gini,"  katanya.


Selama Pasar Kangen berlangsung, Doni menjual apem dan cucur dengan harga Rp 4.000 per buah. Ia menyebut pada hari-hari ramai jumlah penjualan bisa mencapai sekitar seribu item dalam sehari.

Baca Juga: Mohamed Salah Cetak Gol saat Mesir Catatkan Comeback Sempurna untuk Kalahkan Selandia Baru


Meski demikian, ia berharap durasi penyelenggaraan dapat diperpanjang. Menurutnya, pelaksanaan selama tujuh hari masih terasa singkat dibanding beberapa edisi sebelumnya yang pernah berlangsung hingga 10 hari. "Semoga lebih meriah lagi dan semakin banyak anak muda yang datang melihat Pasar Kangen," harapnya. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pasar kangen 2026 #Pasar Ngasem #pelaku umkm #TBY #nostalgia