JOGJA - Keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyetop program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur sekolah melalui Surat Edaran Nomor 12 tahun 2026 ternyata menimbulkan persoalan.
Terkhusus bagi para mitra-mitra dapur di DIY.
Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas DIY A Supriyanto mengatakan, kebijakan tersebut cukup memberatkan para mitra dapur karena akan berdampak pada perekonomian di tingkat bawah.
Lantaran mitra dapur terpaksa meliburkan karyawannya dan menghentikan sementara pasokan dari para petani dan supplier.
Baca Juga: Mohamed Salah Cetak Gol saat Mesir Catatkan Comeback Sempurna untuk Kalahkan Selandia Baru
Dia mengungkapkan, akibat pemberhentian program MBG sedikitnya ada 460 dapur yang akan terdampak kebijakan tersebut.
Sehingga dia berharap agar pemerintah pusat bisa mengkaji ulang pemberhentian program MBG selama libur sekolah.
“Keluarnya Surat Edaran Nomor 12 memberatkan dan kami rasa sangat sewenang-wenang terhadap mitra,” ujar Supriyanto dalam keterangannya tertulisnya, Minggu (21/6/2026)
Sekretaris Jenderal DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Yusup Supriadi menambahkan bahwa pihaknya sudah berupaya agar stakeholder terkait bisa mempertimbangkan tidak adanya penghentian MBG.
Baca Juga: Waspadai Kylian Mbappe, Graham Arnold Ingin Menggunakan Tiga Kiper: Mereka Bilang Tidak Bisa
Termasuk berkomunikasi dengan kementerian terkait hingga kepala negara.
Namun belum ditemukan titik terang.
Oleh karena itu, Yusup berharap Presiden Prabowo Subianto segera menganalisis persoalan tersebut secara langsung.
Sebab menurutnya, para pelaku UMKM dan relawan yang menggantungkan pendapatan dari operasional dapur saat ini tengah tertekan.
Yusup menegaskan bahwa penghentian program MBG selama masa libur sekolah berkaitan dengan nasib para relawan dan pelaku UMKM.
Lantaran selama ini mereka bisa menghidupi keluarganya dari perputaran ekonomi di dapur.
“Pelaku UMKM dan relawan butuh untuk biaya sekolah. Ini dipikirkan enggak,” geram Yusup. (inu)
Editor : Meitika Candra Lantiva