Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wali Kota Jogja Panen Ikan di Saluran Irigasi Karangmiri, Hasil Memanfaatkan dari Sisa Makanan

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 22 Juni 2026 | 07:07 WIB
DULU PENUH SAMPAH: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama masyarakat memanen ikan dengan jaring di saluran irigasi Karangmiri, Giwangan, Sabtu (20/6).
DULU PENUH SAMPAH: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama masyarakat memanen ikan dengan jaring di saluran irigasi Karangmiri, Giwangan, Sabtu (20/6).

 

JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Komandan Kodim 0734/ Kota Jogja Letkol Inf Arif Setiyono bersama masyarakat memanen ikan di saluran irigasi di Karangmiri, Giwangan, Sabtu (20/6).

Masyarakat Karangmiri memanfaatkan saluran irigasi untuk budi daya ikan. Menariknya, masyarakat memberi pakan ikan itu dengan sisa-sisa makanan dari rumah tangga, warung makan dan restoran sekitar.

Pemkot Jogja memberikan apresiasi  kepada masyarakat Karangmiri yang berhasil mewujudkan lingkungan bersih dan produktif.

Baca Juga: Akhirussanah Ponpes Ulul Albab Cetak Mahasantri Berakhlak dan Disiplin

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Karangmiri yang memiliki semangat  luar biasa dalam mengelola lingkungan dan sampah organik.

Panen ikan itu adalah wujud kolaborasi dalam menjaga kebersihan saluran irigasi, mengembangkan budi daya dengan memanfaatkan sisa-sisa makanan untuk pakan sehingga terwujud lingkungan bersih dan produktif. 

 “Tidak hanya sekadar olah sampah, tetapi sampai ke hilirnya lagi, multiplier effect-nya, dan ekonomi sirkularnya jalan. Karena dari sisa makanan rumah tangga dikumpulkan oleh dasawisma.

Masing-masing dasawisma punya kapling kolam, kemudian dipakai untuk pelihara ikan dan dipanen secara reguler bisa menghasilkan pendapatan warga. Ini menurut saya luar biasa," kata Hasto saat ditemui usai memanen ikan di saluran irigasi Karangmiri.

 Ia menyatakan panen ikan itu merupakan bukti bahwa ketika masyarakat menjaga lingkungan dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Saluran irigasi yang bersih tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga dapat mendukung konservasi lingkungan, ketahanan pangan, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

 Di samping itu menjaga saluran air tetap bersih, berarti menjaga kelancaran aliran air, mengurangi risiko genangan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air yang menjadi kebutuhan bersama.

 Menurutnya, kegiatan masyarakat di Karangmiri itu bisa menjadi contoh bahwa ruang-ruang  di sekitar dapat dimanfaatkan secara produktif melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Hasto berharap pengelolaan lingkungan dan sampah di Karangmiri bisa direplikasi di  tempat lain.

  “Mudah-mudahan ini bisa menjadi bagian untuk contoh sebagai best practice yang nanti bisa direplikasi, ditiru di tempat-tempat lain, kampung lain.

Baca Juga: Empat Guru Datangi Rumah Korban Perundungan, SMAN 2 Bantul Sampaikan Permohonan Maaf,  Siap Terima Sanksi dan Konsekuensi

Dan jangan lupa ini adalah bagian dari konservasi air, karena dengan air itu tidak dibiarkan langsung lari ke sungai, langsung ke laut, maka airnya dimanfaatkan oleh warga," terangnya.

  Pihaknya menegaskan Pemkot Jogja mendukung dan mendorong pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik dan lingkungan di Karangmiri diteruskan.

Pemkot juga akan terus memperkuat berbagai program pengolahan sampah, termasuk program emberisasi untuk pengumpulan sampah organik sisa-sisa makanan.

"Kalau saat ini dirasa embernya kurang, jangan segan-segan lapor ke kami, embernya kurang berapa. Ini nanti kita akan tindak lanjuti," ujar Hasto.

 Sementara itu Pinitua Tuwanggana Kelurahan Giwangan Slamet Haryanto menjelaskan, masyarakat memanfaatkan saluran irigasi untuk budi daya ikan dimulai dari keprihatinan masyarakat  dua tahun lalu karena saluran penuh sampah.

Saluran irigasi juga diberi sekat untuk menyaring sampah sehingga aliran bersih untuk budi daya  ikan bawal, ikan patin, nila dan lele. 

Untuk modal benih ikan dari kelompok dasawisma ibu-ibu. Dicontohkan satu orang beli benih ikan 3 kg kemudian dibudidayakan bisa menghasilkan 5 kg. 

Baca Juga: Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah Minta Kesenian Jamjameng Bisa Dikenalkan ke Anak Sekolah

"Ini bagaimana  sampah organik makanan dari rumah tangga, sisa restoran, dapur MBG, bisa kita selesaikan. Kalau sekarang sehari itu (sisa makanan yang dikelola) tiga ember itu 75 kg.

Kita pelihara ikan dan kasih makan sisa-sisa makanan sampah organik. Hasil panennya dibagikan ke masyarakat dan boleh dibeli warga lain, sehingga meningkatkan pendapatan untuk  beli benih ikan selanjutnya,” tandas Yanto. (**/laz)

Editor : Herpri Kartun
#dasawisma #Pemkot Jogja #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo