Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Krisis Kantong Parkir, Taman Pintar Jogja Ajukan Dispensasi Target  Pendapatan karena Jumlah Wisatawan Menurun

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 21 Juni 2026 | 21:10 WIB
Wisatawan melintas di seberang Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (21/6). Memasuki masa libur sekolah, keterbatasan kantong parkir di kawasan pusat kota masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran arus kunjungan wisatawan. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Wisatawan melintas di seberang Taman Pintar Yogyakarta, Minggu (21/6). Memasuki masa libur sekolah, keterbatasan kantong parkir di kawasan pusat kota masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran arus kunjungan wisatawan. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Masalah keterbatasan kantong parkir pasca penutupan Tempat Khusus Parkir  (TKP) Senopati kini tengah dihadapi pengelola Taman Pintar (Tampin). Oleh karena itu, pengelola pun mengajukan dispensasi target pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila mengatakan, salah satu penyebab pengajuan pengurangan target karena jumlah wisatawan yang menurun. Imbas dari keterbatasan lahan parkir untuk bus pariwisata.

Dia menyatakan, pihaknya sudah mengajukan revisi target pada tahun ini dari  Rp 14,75 miliar menjadi Rp 13 miliar kepada legislatif. Sebab, tercatat ada penurunan kunjungan 10 hingga 15 persen sejak ditutup awal tahun lalu.

"Kami mengajukan revisi target di anggaran perubahan. Tetapi memang belum dibahas  di tataran rapat dengan Komisi B DPRD,” ujar Karmila saat dikonfirmasi, Minggu (21/6).

Baca Juga: 8 Wisata Susur Sungai di Yogyakarta yang Cocok untuk Liburan

Selain dihadapkan krisis kantong parkir, mantan Kasi Hubungan Masyarakat, Kerja  Sama dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Jogja ini juga mengungkapkan, fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) juga berdampak pada operasional. Khususnya fasilitas mobil shuttle penjemput wisatawan dari kantong parkir.

Sebagaimana diketahui, pascapenutupan TKP Senopati pengelola Taman Pintar  memutar otak untuk menjemput wisatawan dari kantong-kantong parkir. Yakni dari eks Menara Kopi dan TKP Ngabean.

Karmila mengakui kenaikan harga BBM membuat biaya operasional shuttle membengkak. Namun demikian, pihaknya tetap membebaskan biaya penjemputan demi menarik minat wisatawan untuk datang ke Taman Pintar.

Menghadapi musim libur sekolah tahun ini, Taman Pintar masih mengandalkan wahana  utama seperti Gedung Oval Kotak, Planetarium, dan Kampung Kerajinan. Pengelola juga tengah mencoba mengoptimalkan sektor pendapatan lain supaya target tetap tercapai.

"Kami tetap mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan lain selain tiket,” beber Karmila.

Baca Juga: Dukung Jogja Kota Festival, Kampung Sayidan Digayengkan dengan Wisata Walking Tour

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko tidak  menampik penutupan TKP Senopati berdampak pada ketersediaan kantong parkir bagi bus pariwisata. Sehingga dia berharap pemkot mulai menyiapkan mitigasi.

Danang ingin fasilitas shuttle bagi wisatawan tetap tersedia di tengah musim  libur sekolah seperti sekarang. Lantaran selama ini TKP Senopati menjadi salah satu fasilitas vital bagi wisatawan dari luar daerah yang menggunakan bus pariwisata. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Krisis Kantong Parkir #Jumlah Wisatawan Menurun #PAD #Tempat Khusus Parkir #Taman Pintar Jogja