JOGJA - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di DIY dalam beberapa hari terakhir menuai keluhan masyarakat.
Di media sosial, banyak warga mengaku mengalami pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dengan durasi cukup lama, beberapa jam.
Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui kolom komentar akun media sosial PLN maupun unggahan sejumlah warga.
Sebagian mengeluhkan aktivitas kerja, perkuliahan, hingga kegiatan rumah tangga yang terganggu akibat listrik yang tiba-tiba padam selama berjam-jam.
Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jogja menjelaskan, bahwa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari manajemen beban akibat gangguan pada sistem pasokan listrik Jawa.
Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Yogyakarta Angga Ditya, menyebut sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali.
Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik, perusahaan melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh kendala teknis operasional pembangkit serta gangguan pada dua unit pembangkit besar yang menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem Jawa mengalami penurunan.
Baca Juga: Penas XVII 2026, Wapres Gibran: Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan
"Langkah itu dilakukan karena ada kendala teknis operasional pembangkit dan ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan, jadi tidak bisa beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik," katanya, Sabtu (20/6/2026).
Secara garis besar, ia menuturkan PLN terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Sementara, terkait banyaknya keluhan warga yang mengaku tidak menerima informasi sebelum pemadaman terjadi, Angga mengatakan bahwa informasi pemadaman disampaikan melalui unit pelayanan pelanggan.
"PLN melalui unit pelaksana pelayanan pelanggan menginformasikan ke WA grup pelanggan yang terdampak," ujar Angga.
Baca Juga: Lima Lokasi Wisata Pendakian Yogyakarta yang Cocok untuk Pemula
Lebih lanjut, saat dikonfirmasi mengenai target normalisasi sistem, Angga menyebut PLN masih terus berkoordinasi dengan unit pengatur beban.
"Untuk ini kami terus berkoordinasi dengan unit pengatur beban, guna memastikan pembangkit bisa beroperasi secara normal," katanya.
Di sisi lain, banyak masyarakat mengaku terdampak cukup signifikan akibat pemadaman yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir.
Warga Jetis, Cokrokusuman, Kota Jogja Ilham Nugroho, mengatakan listrik di rumahnya padam sebanyak empat kali dalam sepekan terakhir.
Menurutnya, pemadaman biasanya terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung kurang lebih tiga jam.
"Sudah empat kali mati dalam seminggu terakhir. Biasanya mulai sekitar setengah satu siang. Yang bikin kesal, tidak ada pemberitahuan sebelumnya," tutur Ilham.
Dengan pola dan situasi yang berulang, dia mengaku kini lebih waspada setiap kali listrik menyala karena khawatir pemadaman kembali terjadi.
"Sekarang kalau listrik lagi nyala, saya usahakan semua perangkat langsung terisi penuh. Soalnya tidak tahu kapan mati lagi," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Kayla Andini, mahasiswa yang tinggal di kawasan Pringwulung, Condongcatur, Sleman. Ia mengaku telah mengalami pemadaman sebanyak tiga kali dalam beberapa hari terakhir.
Dari yang diingatnya, pemadaman terakhir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan listrik baru kembali menyala sekitar pukul 18.30 WIB pada Kamis lalu.
Baca Juga: Ruben Dias Klaim Kritik Kepada Ronaldo Hanyalah Keributan Yang Tidak Penting
Saat itu, ia berujar dalam satu hari sempat dua kali listrik mati di jam yang berbeda.
"Sehari itu sempat mati dua kali. Satunya jam 11 siang, mati listrik setengah jam. Satunya jam 3 sore, sampai habis magrib," ujarnya.
Ketidakpastian waktu pemadaman membuat dirinya dan penghuni kos lain harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Hingga Sabtu siang, berbagai keluhan terkait pemadaman listrik masih terus bermunculan di media sosial.
Warga berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan transparan mengenai jadwal maupun potensi pemadaman agar masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih awal.
"Ya jadi was-was. Kalau listrik lagi nyala, sebisa mungkin HP, laptop langsung di-charge penuh karena takut sewaktu-waktu mati lagi," ujarnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva