Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Legislatif DPRD Kota Jogja Desak Pemkot Siapkan Sekenario Hadapi Libur Sekolah, Tinggal Dua Kantong Parkir Utama

Fahmi Fahriza • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:46 WIB
Wisatawan menikmati suasana sore di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (18/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Wisatawan menikmati suasana sore di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (18/6/2026). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA – DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot Jogja melakukan persiapan skenario menghadapi musim libur sekolah. Mengingat, wilayah kota memiliki potensi minim ketersediaan kantong parkir. Hal ini juga menyusul larangan bus pariwsata masuk pusat kota.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Jogja Danang Rudiyatmoko mengatakan, persiapan ini penting apalagi satu kantong parkir bus berdimensi besar di  Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati telah dinonaktifkan sebagai langkah mendukung kawasan sumbu filosofi.

“Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemkot dalam memfasilitasi, misalnya mau diangkut menggunakan apa dan bagaimana,” ujar Danang saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Lurah Garongan Kulon Progo Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pungli; Berawal ketika Hendak Nikah  Warga Dimintai  Uang Rp 300

Danang menjelaskan, kondisi tersebut membuat Kota Jogja hanya memiliki dua kantong parkir utama. Yakni di Terminal Giwangan dan eks Menara Kopi.

Namun dua lokasi tersebut cukup jauh dari destinasi wisata yang memiliki segmen anak-anak sekolah seperti Taman Pintar.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa situasi lonjakan wisatawan di Kota Jogja tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab dinas pariwisata. Namun merupakan tugas seluruh organisasi perangkat daerah.

Baca Juga: Ditinggalkan Warga Satu Per Satu sejak 1980-an, Padukuhan Sari Kini Tinggal Nama di Peta Gunungkidul

Oleh karena itu, dia berharap dinas perhubungan juga membantu koordinasi kantong-kantong parkir alternatif. Serta memastikan fasilitas mobil shuttle tersedia pada kantong-kantong parkir yang jauh dari pusat kota.

Selain perlu persiapan menyambut wisatawan, Danang juga meminta pemkot berhitung perihal kerugian dari dampak penutupan TKP Senopati. Terlebih, berkat dua fasilitas tersebut Taman Pintar bisa meraup pendapatan Rp 12 hingga 13 miliar per tahun. “Taman Pintar cukup vital di masa libur sekolah,” tegas Danang.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyatakan, sudah menyiapkan skema pascapenutupan TKP Senopati. Salah satunya dengan mengarahkan bus-bus pariwisata untuk parkir di Jalan Brigjen Katamso (THR) dan Menara Kopi.

Baca Juga: Bakamla Siapkan Stasiun Keamanan Maritim di Wilayah DIY, HB X: Penting Untuk Kawasan Selatan

Kemudian bagi wisatawan juga dapat melakukan drop off pada tempat yang berdekatan dengan Taman Pintar.

Pun lokasi drop off wisatawan Taman Pintar ini sudah disiapkan di gang sisi utara Perempatan Gondomanan. Pengunjung bisa turun di tempat tersebut untuk menuju Taman Pintar.

“Kalau menurunkan di situ, terus jalan sedikit ke Taman Pintar bisa,” terang Hasto belum lama ini. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#libur sekolah #legislatif #Pemkot Jogja #skenario #Parkir