JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja memastikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tidak berdampak pada proyek perbaikan jalan. Sejumlah rencana proyek pun diproyeksikan berjalan lancar.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum DPUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax tidak berdampak apapun pada pelaksanaan proyek. Lantaran komoditas yang dibutuhkan dalam proyek perbaikan hanya solar industri, bahan bakar diesel, dan aspal.
“Saat ini harga aspal stabil. Kemudian solar industri, Pertamina Dex dan Dexlite harganya juga turun,” ujar Nilam saat dikonfirmasi Selasa (16/6).
Kendati begitu, Nilam mengakui komoditas aspal mengalami fluktuasi harga. Pada Maret, harganya masih Rp 9.400 per kilogram. Namun melonjak jadi Rp 11.565 pada Mei. Kondisi tersebut memaksa proyek perbaikan di Jalan Nyi Wiji Adisoro, Prenggan, Kotagede yang seharusnya mulai dilelang pada Maret dan terlaksana pada bulan April ditunda.
Namun karena saat ini harga aspal cenderung stabil, proyek di Jalan Nyi Wiji Adisoro pun mulai masuk tahap lelang ulang. Proyek dengan nilai anggaran Rp 1,7 miliar itu ditargetkan terlaksana tahun ini.
Baca Juga: Pebalap Binaan Astra Honda Cetak Sejarah Terkencang di Estoril
“Tendernya bisa selesai di bulan Juli dan fisik mulai awal Agustus,” ungkap Nilam.
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengingatkan, agar segala kegiatan dinas yang bersinggungan dengan masyarakat wajib menjadi prioritas. Termasuk di dalamnya proyek perbaikan jalan, layanan kedaruratan, hingga persampahan.
Politisi Partai Golkar ini memastikan, legislatif akan mendorong dukungan anggaran melalui mekanisme APBD Perubahan. Supaya pemerintah kepada masyarakat tidak mengalami kendala. “Kalau tidak ditambah (anggaran, Red), otomatis kinerja mereka tidak akan jalan,” beber Seno. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita