JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali melakukan pembersihan kabel semrawut Senin (15/6/2026). Kali ini penataan menyasar kawasan Jalan Kenari, Kemantren Umbulharjo tepatnya di depan gedung baru Kantor DPRD DIY yang masih dibangun.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Namun menjadi bentuk komitmen agar gedung pemerintahan di wilayah Kota Jogja bisa menjadi contoh kebersihan dari gangguan sampah visual kebal semrawut.
“Jangan hanya sampah fisik saja yang dibersihkan, tapi sampah visual juga harus hilang. Gedung DPRD DIY yang baru ini harus menjadi contoh lingkungan yang bebas kabel,” ujar Hasto Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Ini Respons Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Tengah Kenaikan Harga BBM, Imbau Masyarakat Begini
Mantan bupati Kulon Progo itu menegaskan, penataan kabel semrawut melalui skema ditanam di bawah tanah atau ducting memang menjadi prioritas. Lantaran kabel yang menjuntai di langit-langit jalan perkotaan memengaruhi estetika.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Jogja Ignatius Trihastono menyatakan, tahun ini sudah ditetapkan lima titik prioritas penataan kabel semrawut. Semuanya berada di jalur-jalur utama pintu masuk kota.
Pejabat yang akrab disapa Kelik itu menjelaskan, pintu masuk kota memang menjadi fokus penataan supaya dapat memberi kesan positif bagi wisatawan. Sebagai kota tujuan wisata yang tertata.
“Tahun ini kami upayakan penataan di Jalan Magelang, Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Gejayan, dan Jalan Parangtritis,” terang Kelik.
Baca Juga: Jelang Libur Sekolah, Pemkab Gencarkan Sosialisasi Cegah Kenakalan Remaja
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu mengaku sangat mendukung langkah penataan kabel semrawut. Menurutnya, Kota Jogja sebagai kota wisata sudah seharusnya tertata dari segi estetika.
Bahkan anggaran untuk penataan kabel semrawut juga bisa didukung melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan.
“Nomenklaturnya adalah memperindah kawasan penyangga sumbu filosofi,” beber politisi PDI Perjuangan itu. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita