Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cukupi Operasional BBM Damkar, Wali Kota Jogja Upayakan Dukungan Anggaran Lewat APBD Perubahan dan BTT

Iwan Nurwanto • Senin, 15 Juni 2026 | 13:45 WIB
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid. (Foto: Iwan Nurwanto/Radar Jogja)
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid. (Foto: Iwan Nurwanto/Radar Jogja)

 JOGJA - Keterbatasan anggaran bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional mobil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mendapat perhatian kepala daerah. Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memastikan dukungan anggaran pada dinas tersebut.

Hasto mengatakan, pihaknya tetap akan menjamin kelancaran operasional layanan dasar dan darurat meskipun di tengah kenaikan harga BBM non subsidi. Termasuk di dalamnya anggaran operasional mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan.

“Untuk urusan yang sifatnya dasar, penting, dan emergensi seperti damkar, kami tidak akan mengesampingkan itu. Kebutuhan dasar wajib tidak boleh dikurangi,” ujar Hasto, Senin (15/6/2026).

Baca Juga: 13 Asosiasi Tim di Piala Dunia 2026 Kecam Komentar Presiden UEFA Yang Menilai Pertandingan Tidak Menarik

Mantan Bupati Kulon Progo itu pun mengaku, sudah menyiapkan strategi agar operasional dinas bisa tetap tercukupi di tengah kenaikan harga BBM non subsidi. Misalnya melalui instrumen Belanja Tidak Terduga (BTT) yang nilainya mencapai Rp 35 miliar. 

Selain mekanisme BTT, pemerintah juga memiliki opsi penyesuaian anggaran. Yakni melalui proses pengajuan di APBD Perubahan supaya kebutuhan operasional masing-masing dinas sebelum masa operasional tahun ini berakhir bisa disesuaikan.

“Jika ada kebutuhan mendadak, entah itu di damkar atau dinas lainnya, kami cairkan dari BTT. Sudah ada mekanismenya. Jadi, tidak akan kita biarkan begitu saja,” jelas Hasto.

Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro menyatakan pihaknya sudah mengetahui perihal kendala operasional yang dihadapi oleh Dinas Damkarmat  imbas kenaikan BBM non subsidi. Politisi Golkar itu memastikan kalau legislatif akan mendorong penambahan alokasi anggaran melalui pembahasan APBD Perubahan.

Baca Juga: Amir Ghalenoei dan Mehdi Taremi Tegaskan Tim Melli Bermain untuk Setiap Warga Iran di Piala Dunia 2026

Menurut Seno, prinsip utama yang harus dikedepankan adalah pelayanan berbasis kinerja. Dia menekankan bahwa dalam urusan vital seperti pemadaman kebakaran dan penyelamatan anggaran harus menyesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan, bukan sebaliknya.

Selain fokus terhadap operasional Damkarmat, menurutnya kebutuhan BBM untuk operasional krusial seperti truk pengangkut sampah dan kendaraan penyemprotan air juga akan menjadi prioritas. Supaya pelayanan kepada masyarakat nantinya tidak terganggu.

“Kami minta dengan sangat kepada pihak eksekutif dan nantinya di badan anggaran supaya anggaran terkait dukungan penambahan BBM ini bisa tetap berjalan. Kalau tidak ditambah, otomatis kinerja mereka tidak akan jalan,” tegas Seno.

Baca Juga: Pelatih Mesir Hossam Hasan: Hamza Abdelkarim Dipandang Sebagai Penerus Mohamed Salah

Sebelumnya, Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengungkapkan bahwa harga bahan bakar mesin diesel khususnya jenis Pertamina Dex yang fluktuatif berimbas pada anggaran operasional. Sehingga pihaknya pun kini lebih selektif dalam melakukan penanganan kedaruratan sebagai upaya penghematan.

Dinas Damkarmat Kota Jogja diketahui mengoperasikan sepuluh armada yang wajib menggunakan BBM non-subsidi. Terdiri dari delapan armada penanganan kebakaran dan dua armada operasi penyelamatan. 

"Ketercukupan dana yang sudah direncanakan harusnya bisa sampai akhir tahun, tapi karena ada kenaikan harga, akhirnya tidak bisa. Hanya berkisar sampai dengan bulan Agustus atau September,” beber Taokhid. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#anggaran terbatas #hasto wardoyo #walikota jogja #penghematan #Damkarmat