Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Proyeksikan Perahu Ketinting Kalimantan sebagai Amada Patroli Sungai, untuk Awasi dan Cegah  Pembuangan Sampah 

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 12 Juni 2026 | 20:52 WIB
AIR DANGKAL: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menguji coba perahu motor tempel di Sungai Winongo, Ngampilan, Jogja, Jumat (12/6/2026). Uji coba dilakukan untuk memastikan kesiapan perahu patroli kebersihan sungai, namun Hasto menilai mesin tempel yang digunakan belum sesuai kondisi Sungai Winongo yang dangkal. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
AIR DANGKAL: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menguji coba perahu motor tempel di Sungai Winongo, Ngampilan, Jogja, Jumat (12/6/2026). Uji coba dilakukan untuk memastikan kesiapan perahu patroli kebersihan sungai, namun Hasto menilai mesin tempel yang digunakan belum sesuai kondisi Sungai Winongo yang dangkal. (Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Pengawasan aliran sungai mulai menjadi fokus bagi Pemkot Jogja. Bahkan Wali Kota Hasto Wardoyo mulai merencanakan penggunaan perahu ketinting Kalimantan sebagai armada patroli sungai.

Hasto menegaskan, kegiatan patroli muaranya untuk menjaga kelestarian lingkungan sungai.

Sebab, kegiatan patroli diyakini dapat mencegah aktivitas pembuangan sampah dan limbah berbahaya secara sembarangan di aliran air.

"Kalau punya perahu akan kita pakai untuk patroli dulu.

Baca Juga: Dosen UAJY Justru Dimarahi Sesama Dosen hingga Dipecat Yayasan; Kuasa Hukum LBH Jogja Daftarkan Proses Tripartit ke Disnaker

Hilir mudik untuk membersihkan dan mengontrol orang-orang yang membuang sampah," ujar Hasto di sela uji coba penggunaan perahu patroli di Sungai Winongo, Jumat (12/6/2026).

Dalam uji coba itu, Pemkot Jogja sebenarnya sudah menerjunkan perahu kayu namun mengalami kendala.

Sebab, air terlalu dangkal dan membuat mesin perahu tidak bisa digunakan. Alhasil, perahu ketinting Kalimantan pun diusulkan menjadi alternatif karena ukurannya yang lebih kecil.

Hasto menyatakan, jika patroli sungai itu berhasil untuk mengontrol kebersihan sungai, ke depan pemkot akan menggandeng mahasiswa dari berbagai universitas untuk mengembangkan bantaran sungai di Kota Jogja sebagai destinasi wisata.

 “Sungai Winongo ini ada kelebihan (sebagai destinasi wisata) banyak yang alami, asli. Mungkin lebih natural,” bebernya.

Baca Juga: Donny Warmerdam Resmi Berpisah dengan PSIM Jogja 

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan program untuk mengangkat potensi wisata di Sungai Winongo.

Yakni melalui Winongo Art Festival yang dijadwalkan terlaksana pada Sabtu (13/6/2026) di Kampung Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kemantren Ngampilan. 

Anif menyebut, melalui festival ini diharapkan dapat menjadi  upaya kolektif untuk mengembalikan fungsi sungai bukan hanya sebagai saluran air.

Namun sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat.

"Event ini juga bertujuan sebagai media konservasi alam dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ekosistem Sungai Winongo," katanya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#patroli sungai #perahu ketinting Kalimantan #hasto wardoyo #ngampilan #sungai winongo