JOGJA – Pemkot Jogja mulai mengembangkan kawasan bantaran sungai sebagai destinasi wisata alternatif berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat. Program yang diawali dengan normalisasi dan bersih-bersih sungai itu kini memasuki tahap penguatan potensi wisata, dengan Winongo Art Festival sebagai proyek percontohan di Sungai Winongo.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, kawasan bantaran sungai memiliki potensi yang cukup besar sebagai destinasi wisata karena melintasi kawasan potensial. Sebagai contoh di Sungai Winongo yang dekat dengan Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean sebagai titik awal berkumpulnya wisatawan.
“Bisa dibilang ini kelanjutannya, pak wali kota menginisiasi normalisasi dan bersih-bersih sungai. Kemudian kami lanjutkan dengan program-program yang menyasar langsung masyarakat,” ujar Wawan di Balai Kota Jogja, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Pedagang Beralih Jual Minyakita Nonsubsidi Imbas Stok Minyak Subsidi Langka karena Dibatasi
Wawan menilai, bantaran sungai bisa menarik wisatawan jika potensinya digali melalui konsep festival budaya atau kearifan lokal masyarakat. Salah satu yang menjadi pilot project adalah Sungai Winongo dengan program Winongo Art Festival. Jika festival tersebut berhasil maka bantaran sungai lain akan direplikasi program yang sama.
Politisi berlatar belakang pengusaha itu yakin jika sungai dapat mendatangkan wisatawan. Maka ekonomi masyarakat di bantaran sungai dapat meningkat melalui kegiatan wisata. Lalu berdampak pada semakin kecilnya ketimpangan ekonomi di Kota Jogja.
Melalui program tersebut, Wawan juga berharap dapat merubah pola pikir masyarakat yang selama ini menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan sampah liar. Sebab jika berhasil menjadi destinasi wisata maka sungai pun akan dijaga kebersihannya.
“Kami ingin membuka mata bahwa kawasan bantaran sungai di Kota Jogja itu punya potensi wisata yang besar, jika senantiasa dirawat dan dijaga ke-asriannya,” tegasnya.
Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan menyampaikan, Winongo Art Festival dijadwalkan terlaksana pada Sabtu (13/6/2026) mendatang. Mengambil tempat di Kampung Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kemantren Ngampilan.
Anif menyebut, melalui festival tersebut diharapkan dapat menjadi upaya kolektif untuk mengembalikan fungsi sungai bukan hanya sebagai saluran air. Namun sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Event ini juga bertujuan sebagai media konservasi alam dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ekosistem Sungai Winongo,” katanya.
Baca Juga: 36 SPPG di Kabupaten Sleman Dihentikan Sementara, Fasilitas IPAL Belum Memenuhi Baku Mutu
Ketua Panitia Winongo Art Festival Suwarto menyampaikan, melalui acara tersebut diharapkan mampu memperkuat branding wisata untuk kawasan bantaran sungai.
Sementara Seksi Acara Winongo Art Festival Abdon Zennen mengungkapkan, dalam festival tersebut akan dihadirkan berbagai acara hiburan. Seperti penampilan dari Sendratari Gebrak Jaranan, Tari Klenting, Lampor Eksperimental Art, Mocopath Project, Padepokan Kendhali Rasa, Taman Sesaji, penampilan musik, serta potensi seni anak-anak dari Kemantren Ngampilan. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita