Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Suhu Panas di DIY Bisa Capai 34 Derajat Celcius, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Panas Siang Hari dan Dingin saat Malam

Iwan Nurwanto • Rabu, 10 Juni 2026 | 20:21 WIB
Pengunjung beraktivitas pada siang hari di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Kota Jogja, Rabu (10/6/2026). BMKG Yogyakarta memprediksi suhu udara di wilayah Kota Jogja berpotensi mencapai 34 derajat Celsius. Foto : Guntur Aga/Radar Jogja
Pengunjung beraktivitas pada siang hari di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Kota Jogja, Rabu (10/6/2026). BMKG Yogyakarta memprediksi suhu udara di wilayah Kota Jogja berpotensi mencapai 34 derajat Celsius. Foto: Guntur Aga/Radar Jogja

JOGJA - BMKG Yogyakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai suhu panas selama musim kemarau. Suhu udara pada siang hari diperkirakan dapat mencapai 33–34 derajat Celcius, sementara kualitas udara juga berpotensi menurun akibat meningkatnya konsentrasi partikel debu halus (PM2,5).

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, meski suhu tersebut belum masuk kategori panas ekstrem, kondisi itu dapat memicu dehidrasi jika masyarakat beraktivitas di luar ruangan dengan kekurangan cairan tubuh.

“Untuk kemarau cenderung lebih kering pada tahun ini, suhu udara maksimal bisa mencapai 33-34 derajat Celcius,” ujar Reni, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Ramai Warganet Keluhkan Denda PBG Capai Rp 7 Juta, DPUPKP Sleman Berikan Penjelasan Begini

Reni mengungkapkan, kondisi cuaca panas terik saat siang hari dipicu tutupan awan yang lebih cenderung lebih sedikit saat musim kemarau. Sehingga membuat radiasi matahari ke bumi menjadi lebih kuat dan meningkatkan suhu udara.

Berdasarkan pemantauan dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat suhu terpanas terpantau pada 7 Juni 2026 dengan 33,4 derajat Celcius. Angka itu mendekati rekor suhu terpanas selama periode sepuluh terakhir pada Juni 2016 lalu dengan suhu 33,8 derajat Celcius.

Selain mewaspadai potensi cuaca panas, Reni juga mengingatkan tentang anomali suhu saat malam hari. Lantaran pada musim kemarau cenderung berubah menjadi dingin.

Baca Juga: Cemas! Warga Jogja Khawatirkan Efek Domino Kenaikan Harga Pertamax, Begini Katanya

Menurutnya, pada malam hari suhu udara bisa berkisar antara 17 hingga 21 derajat celcius. Suhu bisa lebih dingin ketika memasuki puncak musim kemarau selama periode Juli hingga Agustus.

“Suhu dingin biasanya akan terasa pada malam hingga dini hari,” bebernya.

Selain perubahan suhu mendadak. Pada musim kemarau ini kualitas udara juga dimungkinkan menurun. Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Intan Dewani menyebut, kondisi cuaca panas terik dapat memicu peningkatan partikel debu halus atau PM2.5

Baca Juga: Kawasan Ratu Boko Disiapkan Jadi Sirkuit Balap, KONI DIY Harapkan Dukungan Penuh dari Pemprov

Intan mengungkap, berdasarkan pengalaman yang terjadi setiap musim kemarau PM2.5 bisa naik hingga di kisaran angka 60-an. Partikel tersebut bisa memicu masalah kesehatan karena berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti asap kendaraan, industri, dan pembakaran sampah.

“Kalau musim kemarau yang cenderung meningkat parameter PM2,5,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Cuaca Dingin #kemarau #bmkg yogyakarta #cuaca panas #Suhu Panas