JOGJA - Komoditas minyak goreng di Kota Jogja kini tengah mengalami kelangkaan. Sejumlah pedagang pasar tradisional pun mengeluhkan hal tersebut karena minimnya pasokan terjadi berbulan-bulan.
Salah satu pedagang Pasar Beringharjo Surati mengatakan, stok minyak goreng khususnya jenis Minyakita sudah kosong sejak dua bulan terakhir. Pasokan terakhir yang diterima sebanyak 25 karton dan telah habis karena tingginya permintaan masyarakat. Sementara soal harga masih stabil tinggi di kisaran Rp 15.700 per liter.
“Terakhir itu diteri (dikirimkan pasokan) dua bulan. Setelah itu tidak diteri lagi,” ujar Surati, Senin (8/6/2026).
Dia mengungkapkan, akibat kelangkaan tersebut dirinya kemudian beralih menjual minyak goreng curah. Harga minyak goreng curah cenderung lebih mahal karena dihargai Rp 19.000 per kilogram. Kemudian harganya juga fluktuatif atau naik turun.
Baca Juga: Menteri HAM Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Kapolri dan Istana Buka Suara
Surati berharap pemerintah bisa segera mengatasi kelangkaan Minyakita di pasaran. Supaya para pedagang dan konsumen tidak lagi kebingungan dengan harga komoditas pokok yang tidak menentu.
“Keinginan kami ya harga dan pasokan kembali normal,” katanya.
Pedagang lain, Yani Handayani mengungkapkan bahwa ketidakpastian harga minyak goreng juga terjadi pada jenis premium. Harga minyak goreng premium kini berada di harga Rp. 45 ribu per dua liter dan kemasan satu liter di harga Rp 23 ribu.
Harga minyak goreng premium tergolong tinggi dan mengalami kenaikan kenaikan secara bertahap dalam waktu satu bulan berakhir. Sebelumnya harga minyak goreng jenis premium berada di kisaran Rp 20 ribu per liter.
Baca Juga: Shin Tae-yong Ungkap Alasan Terima Pinangan dari Persija Jakarta
Menurutnya, kelangkaan komoditas minyak goreng cukup dirasakan oleh pelanggan. Terutama dari sektor usaha kuliner seperti pihak hotel atau rumah makan yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.
"Kalau rumah tangga mungkin masih bisa beli secukupnya, seliter atau dua liter. Tapi kalau pelanggan dari hotel atau rumah makan sering kesulitan karena stok kami memang sedang terbatas," jelasnya.
Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Jogja Sri Riswanti mengaku sudah mengetahui terkait dengan kelangkaan minyak goreng. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk menambah pasokan.
“Dari Bulog baru akan restock di hari Rabu. Semoga lancar dan segera ada pasokan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perum BULOG Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi memastikan pihaknya akan melakukan percepatan distribusi Minyakita. Sekaligus penggelontoran Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan,” tegasnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin