Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anak Muda Garda Depan Amalkan Nilai-Nilai Pancasila, Ikut Andil dalam Gelaran Festival Tresna Pancasila 2026 di Malioboro

Kusno S Utomo • Sabtu, 6 Juni 2026 | 20:40 WIB
Peserta memeriahkan kirab budaya Tresna Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, di kawasan Malioboro, Kota Jogja Sabtu (6/6). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Peserta memeriahkan kirab budaya Tresna Pancasila dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, di kawasan Malioboro, Kota Jogja Sabtu (6/6). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

JOGJA - Festival Tresna Pancasila 2026 mendapatkan sambutan hangat. Ribuan penonton antusias menyaksikan festival yang dikemas dalam bentuk kirab budaya. Di sepanjang jalan, tampak masyarakat memadati kanan kiri rute kirab. Diawali dari halaman gedung DPRD DIY Jalan Malioboro 54 Jogja. Kemudian menyusuri kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Kirab berakhir di Taman Pintar Jalan Senopati Jogja.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Hifni Muhammad Nasikh mengapresiasi tingginya respons masyarakat. Kirab budaya ini baru kali pertama. Diadakan atas inisiasi komisinya yang difasilitasi Sekretariat DPRD DIY. “Acara ini menjadi bagian dari program Sinau Pancasila dalam bentuk kegiatan budaya,” ujar Hifni di sela membuka acara Sabtu (6/6).

Baca Juga: Doa di Tanah Suci yang Terjawab, Lika-Liku Hidup Faried Zulkarnain Hingga Kini Memimpin BNNP DIY

Secara khusus dia mengungkapkan, peserta kirab budaya mayoritas didominasi  anak-anak muda. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Itu disengaja dilakukan karena pihaknya ingin generasi muda berada di garda depan implementasi program Sinau Pancasila, Sekaligus pelopor dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila. “Di di era global yang semakin kompleks, kami ingin  anak muda mengambil peran aktif,” ucap Hifni.

Wakil rakyat asal Bendungan, Wates, Kulon Progo, itu juga berharap,  kawula muda menjadi pribadi yang mampu merangkul perbedaan. Menghargai keberagaman dan menolak semua bentuk kekerasan maupun intoleransi. Mereka juga menjadi teladan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat.

Baca Juga: Jadi Operator sekaligus Perantara, Dua Pengedar Sabu Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

            Apa yang dikemukakan Hifni it tercermin dari peserta kirab. Totalnya ada 15 peserta. Keterlibatan sekolah dan kampus terlihat dengan kehadiran pasukan bendera Paskibraka yang berada di urutan pertama. Disusul Marching Band Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Paguyuban Dimas Diajeng DIY serta mahasiswa dari UNY.

            Peserta lainnya dari Bregada Rakyat Suryatmojo, Bregada Wirososro, Sanggar Seni Langit Alang-Alang, Kampung Wisata Taman Patehan, Kraton, Jogja, Mister Miss Culture Tourism dan Plumeria.

Kemudian Kambojajaya, Sanggar Semekar, Sanggar Seni RNB, Bisajadi Carnival serta Pagoeyoeban Onthel Djogjakarta. Sebelum kirab, dibuka dengan tari Garudheya Kencana. Hifni melepas peserta dengan mengibaskan bendera bersama Sekretaris Komisi A DPRD DIY Syarif Guska Laksana.

Baca Juga: Ada Sejarah Klub Pendiri PSSI, Magelang Tempo Doeloe Angkat Sang Legenda

Di bagian lain Hifni mengingatkan, Festival Tresna Pancasila 2026  itu menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan mengenang perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dipilihnya Juni sebagai pelaksanaan acara bukan tanpa alasan. Dikatakan, bulan keenam punya makna penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Dimulai dari lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Selanjutnya, hari lahir presiden pertama RI Soekarno pada 6 Juni 1901. Sang Proklamator yang akrab disapa Bung Karno itu wafat pada 21 Juni 1970.

“Momentum bersejarah ini menjadi pengingat, bangsa Indonesia lahir dari perjuangan, persatuan, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa,” katanya.

Dia juga menyinggung keterkaitan dengan Jogja yang pernah menjadi ibu kota negara pada 1946-1949.  Selama revolusi, Bung Karno dan Bung Hatta bersama HB IX dan PA VIII menjaga nyala republik tetap berdiri tegak di tengah berbagai ancaman.

Kontribusi tokoh-tokoh Jogja dalam proses perumusan dasar negara Indonesia juga cukup besar. Mereka antara lain, Ki Bagus Hadikusumo, Ki Hadjar Dewantara,  KH Abdul Kahar Muzakir, BPH Purboyo dan BPH Bintoro. Mereka berperan aktif sebagai perumus Pancasila saat sidang-sidang BUPKI maupun PPKI 1945.  “Semangat para tokoh tersebut menjadi warisan yang harus kita jaga dan teladani,” ajaknya. (kus)

 

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Festival Tresna Pancasila 2026 #anak muda #sinau pancasila #kirab budaya #dprd diy