JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan komitmennya mewujudkan wisara nir emisi di Kota Jogja lewat kampanye Jogja Bersinar. Ini dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dari pemerintah, PLN, hingga media. Salah satu implementasinya dengan percepatan konversi ratusan becak motor (bentor) menjadi becak listrik (betrik) untuk menciptakan kawasan wisata ramah lingkungan.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, langkah tersebut sebagai solusi mengganti bentor yang selama ini tidak standar, bising, dan menghasilkan polusi.
“Tahun ini, paling minimal target kami 500 unit (bentor) sudah bisa dikonversi (ke listrik)," ujar Wawan di sela kegiatan Workshop Jogja Bersinar yang mengambil tema Berwisata Nir Emisi dalam Mengurangi Pencemaran lewat kerja sama Jawapos dan PLN dan di Ruang Bima Balai Kota, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Pemkot Jogja Bakal Tambah Stasiun Pengisian Daya Becak Listrik di Wilayahnya, Ini Yang Dilakukan
Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut pemkot akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya dengan PT KAI yang sudah membantu pengadaan betrik sebanyak 50 unit. Pemkot juga membuka luas peluang kerja sama dengan BUMN lain maupun perusahaan swasta.
Wawan menegaskan, konversi bentor menjadi betrik itu juga tidak hanya sekadar mendukung wisata ramah lingkungan. Namun juga mendongkrak sisi kenyamanan bagi wisatawan. Armada becak listrik yang dikembangkan memiliki banyak keunggulan dibandingkan bentor, khususnya dari segi kenyamanan.
“Sehingga harapan kami, semuanya (bentor) ini tidak lagi bising dan menimbulkan polusi,” tegas Wawan.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Jogjakarta-Wonosari Agung Pratomo berkomitmen terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jogjakarta. Misalnya dengan penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Agung mengungkapkan, saat ini PLN telah mengelola 32 SPKLU dan didukung pula oleh sekitar 70 SPKLU swasta di wilayah DIJ. Pihaknya akan terus berusaha meningkatkan ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan memaksimalkan ekosistem tersebut melalui aplikasi PLN Mobile
Meski begitu, dia mengakui tantangan terbesar dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya adalah minimnya ketersediaan lahan dan tingginya biaya investasi mesin SPKLU. Oleh karena itu, PLN menyiasatinya dengan skema kemitraan.
"Kami merangkul tiga pihak: penyedia lahan sebagai mitra lokasi, mitra penyedia mesin, dan PLN sebagai penyedia platform sekaligus orkestrator ekosistem kendaraan listrik. Dengan model ini, calon mitra tidak perlu terbebani sepenuhnya oleh investasi mesin," jelasnya.
Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Buka Suara: Dari Kasus Korupsi Wamen, Pelantikan BGN, hingga Isu Reshuffle
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jawapos.com Agustinus Edy Pramana menekankan media memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem pariwisata nir emisi. Khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, dunia usaha, maupun swasta tentang pentingnya transisi menuju energi bersih.
Agustinus memastikan, kampanye bertajuk Bersinar itu akan menyasar sejumlah kota yang memiliki predikat sebagai kota wisata. Setelah sukses digelar di Bandung dan Jogjakarta, dalam waktu dekat ini kampanye tersebut akan menyasar Kota Malang.
“Masih banyak masyarakat yang belum tahu bahwa penggunaan kendaraan listrik memberikan banyak keuntungan, terutama dalam menekan biaya pengeluaran," tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita