Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Angin Monsun Australia Menguat, Ancaman Gelombang Laut Tinggi di Pantai Selatan Jawa Meningkat 

Iwan Nurwanto • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:32 WIB
Ilustrasi cuaca. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
Ilustrasi cuaca. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait dengan ancaman gelombang tinggi.

Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir pun diimbau untuk waspada.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, potensi gelombang tinggi disebabkan oleh menguatnya angin monsun Australia.

Kondisi tersebut memungkinkan tinggi gelombang di pantai selatan Jawa dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Feri menyatakan, potensi gelombang tinggi perlu diwaspadai oleh wisatawan serta nelayan yang beraktivitas di perairan laut.

Sebab kondisi gelombang juga dibarengi dengan tingginya kecepatan angin yang berpotensi meningkatkan ancaman kecelakaan laut.

“Bagi nelayan dan pelaku aktivitas kelautan, selalu perhatikan prakiraan cuaca maritim dan peringatan dini sebelum beraktivitas,” ujar Feri, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Awas Terjebak! Ramai Isu Pendaftaran CPNS Palsu, BKN Minta Publik Waspada Hoaks!

Selain berhati-hati terhadap kondisi gelombang laut, BMKG Yogyakarta juga mengingatkan ancaman cuaca panas. Pasalnya, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terpantau pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik sebelah timur Jepang.

Fenomena tersebut dapat memperkuat angin timuran di wilayah Jawa termasuk DIY. Sehingga dapat mendukung berkurangnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Yogyakarta. Meski begitu, tetap ada potensi hujan yang bersifat lokal.

“Ada potensi hujan ringan di wilayah Sleman bagian utara,” ungkap Feri.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan, suhu udara pada siang hari berpotensi lebih terik karena radiasi matahari yang lebih kuat. Namun dapat berubah menjadi sangat dingin pada malam hari karena tutupan awan lebih sedikit.

Baca Juga: Indonesia vs Oman, John Herdman Ingin Akhiri Puasa Kemenangan Skuad Garuda Selama 38 Tahun

Berdasarkan pemantauan BMKG dalam beberapa hari terakhir ini suhu maksimal pada siang hari mampu mencapai 32 derajat celcius. Sementara untuk suhu terendah pada siang hari minimum bisa berada di kisaran 17 hingga 21 derajat celcius.

“Suhu panas pada siang hari dan suhu dingin pada malam hari berpotensi memasuki puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus karena merupakan puncak musim kemarau,” beber Reni. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#monsun australia #Angin Monsun #Cuaca Ekstrem #Gelombang Laut #Pantai Selatan