JOGJA - Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno 2026 yang semuanya berlangsung pada Juni ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang istimewa.
Itu menyusul diselenggarakannya kegiatan bertema “Festival Tresna Pancasila 2026” yang diinisiasi Komisi A DPRD DIY.
Festival ini baru kali pertama. Dikemas dalam bentuk kirab budaya. Diadakan bertepatan dengan momentum kelahiran Bung Karno 6 Juni.
Kirab budaya dimulai dari halaman gedung DPRD DIY Jalan Malioboro 54 Yogyakarta. Lalu menyusuri kawasan Malioboro.
Titik Nol Kilometer, dan berakhir di Taman Pintar Jalan Panembahan Senopati Yogyakarta. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (6/6) besok, mulai pukul 14.30.
“Festival Tresna Pancasila 2026 ini membuka ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Jogja,” ujar Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto kemarin (4/6).
Wujud nyata dari gerakan itu adalah Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026. Itu sebagai ruang kebudayaan atas pembatinan praktik Pancasila. Kata tresna, terang Eko, merepresentasikan batin yang mendalam.
Keiklasan dan rela berkorban layaknya para pendiri bangsa.
Kirab budaya dimeriahkan barisan marching band, paguyuban bergada, sanggar seni, kampung wisata, serta culture tourism.
Ditambah paguyuban onthel serta komunitas carnival. Tak hanya itu, peserta kirab juga dimeriahkan dengan kehadiran Paguyuban Dimas Diajeng DIY dan Purna Paskibraka.
Mereka menjadi representasi generasi muda.
Baca Juga: FPTI DIY Susun Kekuatan Menuju Kejurnas, Gelar Kejurda Panjat Tebing DIJ 2026 di Mandal Krida
“Festival diharapkan mampu membangkitkan gairah wisatawan sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal, " imbuh Eko.
Kirab budaya ini juga menjadi bagian dari program Sinau Pancasila dan Sinau Bhinneka Tunggal Ika untuk masyarakat umum melalui pola kebudayaan.
Kegiatan difasilitasi Sekretariat DPRD DIY. Eko menambahkan, Juni menjadi momentum sakral memahami dan menghayati makna sejarah bangsa.
Diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945. Disusul hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, dan haul wafatnya Sang Proklamator Bung Karno 21 Juni 1970.
Berkaitan dengan makna sejarah itu, Yogyakarta memegang peran penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan bersama daerah lain. Bahkan menjadi ibu kota revolusi Indonesia pada 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949.
“Bung Karno dan Bung Hatta bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Paku Alam VIII berperan penting menjaga NKRI dengan Jogja sebagai ibu kota revolusi pada masa itu", ungkapnya.
Dalam bingkai sejarah BPUPK bersama Bung Karno, ada tokoh-tokoh besar dari Yogyakarta seperti Ki Bagus Hadikusumo, BPH Puruboyo, BPH Bintoro, dan Ki Hadjar Dewantara, serta KH Abdul Kahar Muzakir. Mereka berpartisipasi aktif sebagai perumus Pancasila.
"Atas dasar sejarah kuat ini, inisiatif PDI Perjuangan bersama DPRD dan Pemda DIY menghadirkan Perda No. 1 Tahun 2022 yang mengamanatkan untuk terus menggelorakan Pancasila, mengokohkan NKRI, serta menghormati konstitusi dan keistimewaan DIY," lanjutnya.
Salah satu wakil peserta kirab dari Purna Paskibraka Hanan Lukita Sakti berharap dengan generasi muda ikut menjadi pioner dengan merangkul teman-teman sejawatnya di sekolah.
Mereka menjadi teladan menjalankan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
"Pancasila harus menjadi tameng bagi anak muda dalam menyaring pengaruh negatif dari perkembangan peradaban dunia saat ini, " kata anggota Paskibraka 2022 ini.
Senada, Rizky Nur Setyo Nugroho dari Paguyuban Dimas Diajeng DIY mengajak anak muda menjadikan kegiatan kirab budaya Festival Tresna Pancasila 2026 ini sebagai wadah menggaungkan semangat "Jasmerah".
Jangan sekali-kali melupakan sejarah agar Pancasila dan kebhinekaan tetap selaras.